ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan video nan beredar di media sosial nan dikaitkan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau adalah tidak betul alias hoaks.
Plt. Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api aktif jenis A nan berada di wilayah perairan Selat Sunda dan secara administratif masuk ke Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Aktivitas gunung ini dipantau melalui dua pos pengamatan, ialah di Kalianda (Lampung Selatan) dan Pasauran (Serang, Banten).
Berdasarkan catatan sejarah, area ini pernah mengalami erupsi besar pada 1883 nan memicu tsunami. Selain itu, peristiwa erupsi dan longsoran tubuh gunung pada 22 Desember 2018 juga menyebabkan tsunami di sekitar Selat Sunda.
Sebuah video beredar di media sosial Gunung Anak Krakatau Status Level 3 (Siaga) dengan penampakan gunung nan meletus dengan luar biasa nan merupakan hoaks. (Tangkapan Layar Video Sosial Media) Foto: Sebuah video beredar di media sosial Gunung Anak Krakatau Status Level 3 (Siaga) dengan penampakan gunung nan meletus dengan luar biasa nan merupakan hoaks. (Tangkapan Layar Video Sosial Media)
Setelah peristiwa itu, seri erupsi berskala rendah terus berjalan sebagai fase bangunan pertumbuhan kembali Gunungapi Anak Krakatau hingga 16 Desember 2023. Jeda erupsi tetap berjalan hingga saat ini.
Meski demikian, aktivitas magmatik berenergi rendah tetap terpantau. Badan Geologi pun mengonfirmasi bahwa video nan beredar dan diklaim sebagai erupsi terbaru Gunung Anak Krakatau tidak sesuai dengan kondisi saat ini.
"Setelah dilakukan verifikasi, video tersebut bukan merupakan rekaman erupsi Gunung Anak Krakatau nan terjadi saat ini, sehingga info tersebut merupakan hoaks (tidak benar)," kata Lana dikutip (6/7/2026).
Sebuah video beredar di media sosial Gunung Anak Krakatau Status Level 3 (Siaga) dengan penampakan gunung nan meletus dengan luar biasa nan merupakan hoaks. (Tangkapan Layar Video Sosial Media) Foto: Sebuah video beredar di media sosial Gunung Anak Krakatau Status Level 3 (Siaga) dengan penampakan gunung nan meletus dengan luar biasa nan merupakan hoaks. (Tangkapan Layar Video Sosial Media)
Berdasarkan info pemantauan, Gunung Anak Krakatau mengalami dua kali erupsi sejak 2 Juli 2026 ialah tanggal 2 Juli 2026 pada pukul 14:05 WIB dan 3 Juli 2026 pada pukul 11:50 WIB.
Masyarakat pun diimbau untuk tidak mempercayai maupun menyebarluaskan video nan belum terverifikasi. Seluruh info resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau hanya disampaikan melalui kanal resmi Badan Geologi/PVMBG dan MAGMA Indonesia.
"Selain itu, beredar pula info nan menyebut bahwa jarak rekomendasi Gunung Anak Krakatau adalah 5 km. Informasi tersebut tidak benar," kata dia.
Rekomendasi resmi nan bertindak saat ini adalah masyarakat, wisatawan, dan nelayan tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 3 km dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau. Masyarakat diharapkan selalu merujuk pada info resmi nan dikeluarkan oleh Badan Geologi/PVMBG dan tidak mudah terpengaruh oleh info nan tidak mempunyai sumber nan jelas.
Rekomendasi teknis Level III (SIAGA) Gunung Api Anak Krakatau, adalah :
1. Masyarakat di sekitar G. Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas G. Anak Krakatau dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya awan panas, lava, dan lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat.
2. Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung minta tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunungapi Anak Krakatau nan bakal menyebabkan tsunami, serta dapat melakukan aktivitas seperti biasa dengan senantiasa mengikuti pengarahan BPBD setempat.
3. Untuk mengetahui info dapat menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi (022) 7272606 di Bandung (Provinsi Jawa Barat) alias Pos Pengamatan G. Krakatau (0254) 651449 alias 085846324506 di Pasauran (Provinsi Banten).
4. Masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga mengenai dapat memantau perkembangan aktivitas dan rekomendasi Gunungapi Anak Krakatau melalui aplikasi/website Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
(pgr/pgr)
Addsource on Google

13 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·