ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia resmi menurunkan nilai gas Liquefied Natural Gas (LNG) untuk sektor industri menjadi US$ 13 per MMBTU dari nan sebelumnya US$ 20 - US$ 23 per MMBTU, pada Senin (29/6/2026).
Harga pasar LNG biasanya berjuntai pada nilai minyak mentah dunia. Ketika nilai minyak bumi tengah melonjak akibat gejolak pasokan daya global, maka nilai LNG pun bakal turut mengalami kenaikan.
Pada dasarnya, kata Bahlil, Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) tetap tetap US$ 6,5 - US$ 7 per MMBTU. Bahkan, nilai gas pipa untuk industri juga tetap di kisaran US$ 9,6 per MMBTU.
Namun, nan terjadi saat ini dan menjadi keluhan adalah lantaran industri kudu membeli sebagian gasnya melalui LNG akibat dari penurunan produksi dari kilang-kilang nan ada di Jawa Barat nan mengcover bagian Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta.
"Maka nan terjadi adalah (industri) mempergunakan LNG. LNG ini diambil dari wilayah Papua, Sulawesi, Kalimantan dan beberapa wilayah luar Jawa lainnya kemudian harganya naik sampai dengan nilai di pasaran itu US$ 20 sampai dengan US$ 23 per MMBTU," kata Bahlil saat konvensi pers usai rapat dengan Pimpinan DPR Sufmi Dasco Ahmad di Gedung DPR RI, dikutip Senin (6/7/2026).
Atas dasar itu, kata Bahlil, industri meminta pemerintah untuk turun tangan. Dan atas pengarahan Presiden RI Prabowo, agar industri dan lapangan kerja tetap terjaga, maka pemerintah menurunkan nilai gas hulu nan berasal dari LNG turun menjadi US$ 13 per MMBTU.
"Dan kami sudah lapor ke bapak Presiden (Prabowo Subianto) diturunkan menjadi US$ 13 per MMBTU," tegas Bahlil.
3 Jenis Harga Gas Industri
Seperti diketahui, pemerintah menetapkan tiga kategori nilai gas, diantaranya:
Pertama, ialah Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) nan tetap dipatok di level US$ 6,5 hingga US$ 7 per MMBTU. Harga tersebut bertindak bagi 7 sektor industri nan telah ditetapkan.
Kedua, nilai gas pipa non-HGBT di wilayah Jawa Barat nan dipastikan tidak naik di nomor rata-rata US$ 9,6 per MMBTU.
Ketiga, nilai gas LNG non-HGBT di wilayah Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta sekarang ditetapkan turun dari sebelumnya US$ 20,57 menjadi US$ 13 per MMBTU.
(pgr/pgr)
Addsource on Google

15 jam yang lalu
12








English (US) ·
Indonesian (ID) ·