Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mendorong penggunaan panas bumi sebagai sumber daya bersih utama untuk menopang beban listrik nasional. Hal itu mengingat saat ini penyokong daya dalam negeri tetap ditopang oleh daya fosil melalui pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE Edwil Suzandi menyebut bahwa stabilitas pasokan panas bumi nyaris sama dengan daya fosil. Pengembangan sektor ini dinilai bisa menjamin ketahanan daya hijau lantaran produksinya tidak terpengaruh oleh aspek cuaca maupun waktu.
"Kita menyadari panas bumi ini mirip seperti daya fosil di mana dia bisa menjadi support bagi baseload alias daya nan tidak dipengaruhi oleh panas tidak dipengaruhi oleh hujan siang malam jadi dia bakal konsisten menghasilkan listrik di situasi apapun juga," katanya dalam program Energy Corner CNBC Indonesia, dikutip Jumat (24/7/2026).
Karakteristik tersebut membikin panas bumi lebih baik dibandingkan daya terbarukan lainnya seperti surya alias angin nan sifatnya intermiten alias berjuntai pada cuaca. Belum lagi, panas bumi tersedia melimpah di wilayah Indonesia sehingga tidak perlu berjuntai pada impor.
"Panas bumi ini kan indigenous resource indigenous resource itu adalah resourcenya ada di sini kita tidak perlu impor kita tidak perlu beli tapi sudah ada di bumi kita," imbuhnya.
Saat ini, kapabilitas terpasang panas bumi di Indonesia baru mencapai sekitar 11-12% dari total potensi nan tersedia. PGE berkomitmen meningkatkan kapabilitas terpasangnya dari posisi saat ini sebesar 727 Mega Watt (MW) menuju sasaran jangka panjang hingga 3 Giga Watt (GW) untuk memperkuat sistem kelistrikan nasional.
"Targetnya itu kita itu mau jadi nomor satu di bumi nomor satu di bumi dan PGE mau juga menjadi company dengan installed kapabilitas terpasang terbesar di bumi ialah 3 GW itu visi kita ke depan," jelasnya.
Untuk mencapai sasaran tersebut, perusahaan tengah mempercepat beragam proyek, salah satunya melalui tajak perdana pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 di Muara Enim, Sumatra Selatan. Selain itu, PGE juga melakukan eksplorasi di area Gunung 3 Lampung serta persiapan pengeboran di wilayah Kotamobagu, Sulawesi Utara.
"Beberapa proyek nan hari ini sedang pembahasan dengan PLN Insya Allah dalam waktu beberapa hari ke depan kita bisa solve menandatangani sebuah perjanjian itu bakal bisa menambah kapabilitas sekitar 45 MW," tandasnya.
(pgr/pgr)
Addsource on Google

2 jam yang lalu
4







English (US) ·
Indonesian (ID) ·