ilustrasi serangan Iran ke pangkalan militer AS di Yordania, Kuwait, dan Bahrain.(Anadolu)
MILITER Iran memperluas serangan balasannya terhadap Amerika Serikat dengan menargetkan sejumlah akomodasi militer AS di Bahrain, Yordania, dan Kuwait pada Jumat (24/7) pagi waktu setempat. Teheran menyatakan operasi itu dilakukan sebagai respons atas serangan terbaru Washington ke wilayah Iran.
Militer Iran menyebut telah meluncurkan drone bunuh diri Arash ke sejumlah instalasi militer Amerika Serikat, termasuk pangkalan udara Isa Air Base di Bahrain. "Pagi ini, tangki bahan bakar, penyimpanan peralatan besar, silo, serta barak pasukan tentara teroris Amerika Serikat di Pangkalan Udara Isa di Bahrain menjadi sasaran drone bunuh diri Arash," demikian pernyataan militer Iran nan disiarkan televisi pemerintah.
Di Bahrain, bunyi ledakan terdengar disertai sirene peringatan pada pagi hari. Selain Bahrain, Teheran juga menyebut menyerang Pangkalan Al-Azraq di Yordania. Sasaran nan disebut meliputi hanggar pesawat, akomodasi perawatan penerbangan, serta barak militer nan digunakan pasukan Amerika Serikat.
Dalam pernyataan terpisah, militer Iran mengatakan drone juga diterbangkan ke sejumlah akomodasi militer AS di Kuwait, termasuk penyimpanan peralatan di Camp Udairi serta letak personel Amerika di Camp Doha dan Camp Arifjan.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan turut menyerang Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait. Menurut IRGC, serangan tersebut menghancurkan penyimpanan amunisi dan menimbulkan korban di pihak personel militer Amerika Serikat.
Pemerintah Iran menegaskan seluruh akomodasi dan pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah nan digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran merupakan sasaran nan sah untuk dibalas.
"Setiap akomodasi alias pangkalan di Timur Tengah nan digunakan militer Amerika Serikat untuk menyerang Iran merupakan sasaran nan sah bagi tindakan jawaban kami," tegas pihak militer Iran. (AFP/P-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·