Jaga Kondusivitas Final Piala Presiden, Polisi Imbau Bobotoh tak Gelar Konvoi

1 jam yang lalu 4
Jaga Kondusivitas Final Piala Presiden, Polisi Imbau Bobotoh tak Gelar Konvoi Kapolres Cimahi, AKBP Moch. Faruk Rozi.(MI/Depi Gunawan)

PERSIB Bandung bakal menghadapi Persebaya Surabaya pada laga final Piala Presiden 2026 nan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8) malam.

Laga nan mempertemukan dua tim terbaik tersebut dipastikan berjalan tanpa kehadiran penonton di stadion. Meski begitu, para suporter tetap dapat menyaksikan pertandingan melalui aktivitas nonton bareng (nobar) nan digelar di sejumlah titik.

Menjelang pertandingan, kepolisian mengimbau para pendukung khususnya di wilayah Bandung dan Cimahi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) baik sebelum maupun sesudah pertandingan.

Kapolres Cimahi, AKBP Moch. Faruk Rozi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan pengamanan di sejumlah letak nobar. Aparat bakal melakukan pengamanan sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat agar menjaga situasi tetap kondusif.

"Kami siap melaksanakan pengamanan di lokasi-lokasi nobar. Kami juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas dan kamseltibcarlantas selama aktivitas nobar maupun setelahnya," kata Faruk Rozi.

Pihaknya pun mengeluarkan imbauan agar pendukung tetap bersikap tertib dan menerima hasil pertandingan. Tidak melakukan euforia berlebihan nan bisa mengganggu ketertiban, terlebih jika Persib sukses menjadi juara.

"Apapun hasilnya, bobotoh kami imbau tidak melakukan konvoi pascapertandingan, pulang dengan tertib tanpa ugal-ugalan di jalan," jelasnya.

Sebelumnya, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan menyatakan, bahwa manajemen belum berencana menggelar konvoi andaikan Maung Bandung sukses menjuarai Piala Presiden 2026.

Menurutnya, konsentrasi utama tim saat ini adalah mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan resmi Liga 1 nan bakal dimulai pada akhir Agustus, sehingga euforia berlebihan dikhawatirkan dapat mengganggu konsentrasi pemain.

"Kalau konvoi itu kan kebanyakan organik. Kita juga tidak bisa melarang lantaran Bobotoh bergerak secara spontan. Tapi dari kacamata manajemen, musim ini sebenarnya belum dimulai," ujarnya.

Ia mengatakan, andaikan Persib sukses meraih gelar, seremoni sebaiknya dilakukan secara sederhana. Meski tidak bisa melarang Bobotoh merayakan kemenangan, pihaknya berambisi seluruh pihak mempunyai pemahaman nan sama untuk menjaga konsentrasi tim.

"Kalaupun kelak mau konvoi, insya Allah kita konvoi bareng lagi di akhir musim. Jangan sekarang. Biarkan pemain konsentrasi dulu ke pertandingan nan sebenarnya. Kita punya pertandingan nan sangat krusial tanggal 31 Agustus," kata Adhitia. (DG/E-4)

Selengkapnya