Jenazah satpam nan tewas di Waduk Jatiluhur dibawa ke RS Kartika Asih Bandung untuk autopsi.(MI/Reza Sunarya)
KASUS kematian petugas keamanan alias satpam PJT 2 Jatiluhur nan tewas tenggelam dengan tangan terborgol di tepi Waduk Jatiluhur tetap diselidiki Polres Purwakarta. Keluarga korban menyebut kematian korban janggal. Keluarga pun meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
Kematian satpam tersebut pun tetap menyimpan duka keluarganya. Keluarga korban menyebut kematian Sumarna, 42, dinilai tidak wajar lantaran berada di waduk serta tangan dalam keadaan terborgol. Karena itu pihak family juga tidak keberatan jenazah korban diautopsi agar bisa diketahui penyebab pasti kematian korban.
Pihak family meminta agar polisi mengusut tuntas kasus tewasnya korban dan menangkap pelaku nan tega membunuh dengan langkah sadis tersebut.
"Kematian kerabat saya terlihat ada nan janggal, lantaran ada di dalam air dan dalam keadaan terborgol. Padahal nan pegang kunci borgol adalah korban," kata Ocid nan merupakan om korban.
Sebelum kejadian, korban tengah di tanggul ubrug Waduk Jatiluhur. Lokasi pos penjagaan korban memang berada di dekat tanggul air nan tak jauh dari letak mayit korban ditemukan.
Hingga saat ini, Polres Purwakarta tetap terus melakukan penyelidikan mendalam dengan mengumpulkan bukti-bukti di letak kejadian, memeriksa sejumlah saksi serta telah mengamankan sejumlah peralatan bukti nan diduga milik korban.(RZ/E-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·