Khamenei Dimakamkan, Putra Pewaris Tahta Iran Mendadak Menghilang

22 jam yang lalu 4
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemakaman massal Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Minggu (5/7/2026) dipenuhi puluhan ribu pelayat. Namun, sorotan justru tertuju pada absennya Mojtaba Khamenei, putra nan disebut-sebut sebagai penerus kepemimpinan Iran, di tengah prosesi penghormatan terakhir sang ayah.

Televisi pemerintah Iran menayangkan tiga putra Khamenei, ialah Mostafa, Meysam, dan Masoud Khamenei, memimpin angan di belakang peti jenazah sang ayah berbareng empat personil family lainnya di kompleks Mosalla Agung Imam Khomeini, Teheran. Sementara itu, Mojtaba sama sekali tidak terlihat.

Seorang pelayat apalagi mengaku kecewa lantaran berambisi dapat menyaksikan kemunculan pemimpin baru Iran tersebut.

Sampai saat-saat terakhir, sebelum angan dimulai, saya terus mengatakan kepada orang-orang di sekitar saya bahwa saya berambisi Mojtaba Khamenei sendiri bakal datang. Itu satu-satunya angan kami," ujar seorang wanita kepada instansi buletin Tasnim.

Khamenei dan sejumlah personil keluarganya tewas dalam serangan udara pada 28 Februari saat Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran. Konflik nan berjalan selama sekitar empat bulan itu baru berhujung setelah kedua pihak menyepakati gencatan senjata nan tetap tergolong rapuh.

Hingga kini, belum ada foto maupun penampilan publik Mojtaba sejak serangan tersebut. Sejumlah sumber nan dekat dengan lingkaran dalamnya mengatakan kepada Reuters bahwa Mojtaba mengalami luka serius, termasuk cedera pada wajah serta satu alias kedua kakinya, sehingga diduga belum pulih sepenuhnya.

Prosesi penghormatan kepada Khamenei berjalan selama sepekan sebagai simbol penghormatan negara terhadap sosok nan memimpin Iran sejak 1989. Setelah sebelumnya disemayamkan untuk para pejabat tinggi dan tamu asing, peti jenazah Khamenei berbareng putri, menantu, serta cucunya dipajang di area terbuka agar masyarakat dapat memberikan penghormatan terakhir.

Puluhan ribu warga, tentara, mahasiswa seminari, hingga masyarakat umum memadati Mosalla Agung Imam Khomeini. Banyak pelayat mengibarkan bendera berisi seruan balas dendam terhadap AS dan Israel, sementara sebagian lainnya memanjatkan angan bersama. Besarnya antusiasme membikin upacara diperpanjang sekitar satu jam hingga pukul 22.00 waktu setempat.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf turut datang dalam prosesi tersebut. Masoud Khamenei terlihat menangis sembari menyeka air mata menggunakan keffiyeh ketika pemimpin memimpin angan pemakaman.

Pemerintah Iran melanjutkan rangkaian pemakaman dengan membawa jenazah Khamenei ke kota suci Qom sebelum diterbangkan ke Najaf dan Karbala di Irak. Setelah itu, jenazah bakal kembali ke Iran untuk prosesi terakhir di Mashhad sebelum dimakamkan. Pemerintah menyiapkan transportasi, makanan, dan akomodasi guna mengerahkan jutaan penduduk mengikuti rangkaian penghormatan tersebut.

Di tengah prosesi pemakaman, situasi politik dan ekonomi Iran juga mulai memasuki babak baru. Gencatan senjata nan dimediasi Washington disebut pemerintah Iran berpotensi memberikan faedah ekonomi, termasuk pencairan aset Iran berbobot miliaran dolar AS nan dibekukan di luar negeri serta pelonggaran sejumlah hukuman keuangan.

Presiden AS Donald Trump juga mengatakan kepada Axios bahwa pembicaraan perdamaian sempat ditunda selama sepekan untuk menghormati rangkaian pemakaman Khamenei.

(tfa/tfa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya