Layanan Air Bersih di Panajam Paser Utara Terkendala Minimnya Sumber Air Baku

2 jam yang lalu 3
Layanan Air Bersih di Panajam Paser Utara Terkendala Minimnya Sumber Air Baku Bupati Panajam Paser Utara Mudyat Noor.(MI/Ervan Masbanjar)

PEMERINTAH Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), mengalami hambatan sumber air baku dalam memberikan pelayanan air bersih bagi masyarakat. Namun. segala upaya terus dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat ini di tengah beragam keterbatasan fiskal dan minimnya kesiapan sumber air baku tersebut.

Demikian diungkapkan Bupati PPU, Mudyat Noor, Sabtu (25/7) saat silaturahmi dan release program Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) Tahun 2026 di pemancingan Andromeda, Desa Giripurwa, Kecamatan Penajam. Dihadiri Sekda PPU, Tohar, Direkrtur Utama Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid dan awak media. 

“Kebutuhan air bersih merupakan salah satu jasa dasar nan menjadi prioritas pemerintah daerah. Tetapi terdapat tantangan terbesar nan dihadapi, bukan hanya persoalan pembangunan jaringan perpipaan saja, tapi juga keterbatasan sumber air baku nan selama ini menghalang pengembangan jasa Perumda AMDT,” bebernya.

Persoalan utama kesiapan air baku itu, lanjutnya, berakibat pada pelayanan nan diberikan oleh Perumda AMDT terkesan lamban, tidak bisa secepat wilayah lain nan mempunyai sumber air melimpah. 

Selain itu, lanjutnya, wilayah PPU sangat luas dengan persebaran masyarakat nan berjauhan, sehingga pembangunan jaringan memerlukan biaya nan sangat besar.

“Kami pemerintah wilayah terus berupaya mencari solusi melalui kerja sama dengan beragam pihak, termasuk Pertamina dan Otorita IKN, guna menambah sumber air baku sekaligus meningkatkan kapabilitas produksi air bersih,” tutunrya.

Adapun beberapa langkah nan tengah dipersiapkan diantaranya, pembangunan embung baru di area Lawe-Lawe nan bakal terhubung dengan embung nan telah ada, serta pemanfaatan potensi sumber air di Kecamatan Waru sebagai penopang peningkatan kapabilitas produksi Perumda AMDT.

Meski dihadapkan pada kondisi fiskal nan terbatas, Mudyat memastikan pemerintah wilayah tetap berkomitmen memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pelayanan air bersih.

"Walaupun kondisi fiskal kita sedang tidak mudah, kami bakal terus berupaya semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Air bersih adalah pelayanan nan sangat krusial dan kudu terus kita tingkatkan," tegasnya.

Ia membeberkan, kondisi saat ini cakupan pelayanan Perumda AMDT telah meningkat menjadi lebih dari 40 persen. Dan pihaknya menargetkan nomor tersebut dapat terus bertambah hingga melampaui 60 persen dalam beberapa tahun mendatang.

Untuk menjangkau wilayah nan susah dilayani jaringan perpipaan, pemerintah juga bakal mengoptimalkan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) sebagai pengganti penyediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah terpencil.

"Kami berambisi kualitas maupun jumlah pelayanan terus meningkat. Target kami ke depan cakupan jasa bisa mencapai lebih dari 60 persen sehingga semakin banyak masyarakat nan menikmati akses air bersih," minta Mudyat.

Direktur Utama Perumda AMDT, Abdul Rasyid, mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah program strategis nan bakal dijalankan sepanjang 2026 sebagai corak komitmen perusahaan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu program unggulan nan diluncurkan adalah pemasangan sambungan rumah (SR) air bersih secara cuma-cuma bagi sekitar 800 masyarakat kurang bisa di Kabupaten PPU.

Selain itu, Perumda AMDT juga menyiapkan program subsidi bagi lima kategori penerima manfaat, ialah masyarakat berpenghasilan rendah, rumah ibadah, yayasan, panti asuhan, dan posyandu.

Program lainnya meliputi pengembangan jaringan pengedaran di wilayah Waru, Babulu, dan Penajam untuk memperluas cakupan layanan, penanganan musibah dan akibat kekeringan, program angsuran pemasangan sambungan rumah bagi pengguna baru, pengembangan jaringan berbareng Otorita IKN di Kecamatan Sepaku, hingga pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) lokal dan regional Long Kali serta pendampingan optimasi SPAM Pedesaan (Pamsimas).

“Melalui beragam program tersebut, Perumda AMDT berambisi akses masyarakat terhadap layanan air bersih semakin merata sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten PPU,” pungkasnya. (EM/E-4)

Selengkapnya