25 pekerja ditemukan tewas setelah terjebak selama empat hari akibat ledakan gas metana di terowongan proyek PLTA di Sikkim, India.(Dok. Antara)
SELURUH 25 pekerja nan terjebak di dalam terowongan proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Distrik Namchi, Negara Bagian Sikkim, India, ditemukan meninggal dunia. Pihak berkuasa setempat mengonfirmasi bahwa operasi pencarian dan pengamanan resmi berhujung pada Kamis (23/7) setelah berjalan selama empat hari.
Para korban telah terjebak sejak Senin (20/7) menyusul ledakan dahsyat di dalam terowongan nan tetap dalam tahap bangunan tersebut. Berdasarkan keterangan dari perusahaan listrik milik negara, National Hydroelectric Power Corporation (NHPC), ledakan dipicu oleh semburan mendadak nan diduga berasal dari gas metana nan terperangkap di dalam bebatuan.
Insiden tersebut memicu kepulan asap pekat dan gas berbisa nan dengan sigap memenuhi ruangan, sehingga memerangkap para pekerja tanpa jalan keluar. Dari total 25 korban jiwa, sebanyak 19 orang di antaranya merupakan tenaga kerja dari perusahaan kontraktor Patel Engineering Limited.
"Secara tragis, seluruh 25 orang tersebut meninggal dunia, dan jenazah mereka sukses dievakuasi selama operasi berlangsung," demikian pernyataan resmi dari pihak berkuasa setempat mengenai berakhirnya proses evakuasi.
Temuan awal menunjukkan bahwa kebocoran gas nan mudah terbakar menjadi penyebab utama ledakan. Meski demikian, otoritas mengenai menegaskan bahwa penyelidikan mendalam oleh tim mahir tetap bakal dilakukan untuk memastikan penyebab pasti dari musibah tersebut.
Operasi pengamanan ini melibatkan beragam lembaga darurat nan bekerja tanpa henti sejak awal pekan. Saat ini, seluruh jenazah telah dievakuasi dari letak kejadian untuk proses identifikasi lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. (Ant/Z-10)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·