Menhub Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Pelayaran usai Insiden KMP Mutiara Sentosa II

1 jam yang lalu 3
Menhub Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Pelayaran usai Insiden KMP Mutiara Sentosa II KMP Mutiara Santosa 2 terbakar.(Antara)

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa kejadian kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menjadi momentum pertimbangan menyeluruh. Langkah ini diambil untuk memperkuat standar keselamatan pelayaran, penanganan darurat, serta perlindungan bagi seluruh pengguna jasa transportasi laut.

Dudy menyatakan pemerintah bakal meninjau secara mendalam penyebab insiden, prosedur operasional, hingga sistem keselamatan pelayaran guna mencegah kejadian serupa di masa depan. "Guna mencegah terulangnya kejadian serupa, Kementerian Perhubungan bakal melakukan pertimbangan secara menyeluruh. nan terjadi sekarang ini bakal menjadi bahan pertimbangan agar hal-hal serupa tidak terjadi lagi," ujar Menhub dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Evaluasi tersebut mencakup penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP) penanganan keadaan darurat demi memberikan perlindungan maksimal. Menhub juga menegaskan komitmennya terhadap penegakan hukum. Jika hasil investigasi menunjukkan adanya dugaan tindak pidana dalam kejadian tersebut, proses norma bakal dijalankan sesuai peraturan perundang-undangan nan berlaku.

Investigasi dan Audit Operator

Untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran, Kementerian Perhubungan mendukung penuh investigasi nan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Saat ini, tim investigator KNKT telah diterjunkan ke letak untuk mengumpulkan info dan berkoordinasi dengan lembaga terkait.

Sejalan dengan itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah memanggil operator KMP Mutiara Sentosa II untuk menjalani audit sistem manajemen keselamatan. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menyebut bahwa langkah ini merupakan bagian dari mitigasi akibat di masa mendatang.

Data Evakuasi KMP Mutiara Sentosa II:

  • Total orang di atas kapal: 238 orang (penumpang dan awak).
  • Korban meninggal dunia: 5 orang.
  • Status Operasi: Dialihkan menjadi Operasi SAR Rutin Kesiapsiagaan.

Penanganan Korban dan Hak Santunan

Memasuki hari ketiga pascainsiden, sebanyak 62 korban tambahan telah sukses dievakuasi dari Masalembu ke Surabaya, sehingga total 238 orang telah sukses dievakuasi. Menhub menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya lima korban jiwa dalam musibah ini.

Pemerintah melalui PT Jasa Raharja memastikan seluruh korban mendapatkan kewenangan mereka, mulai dari biaya perawatan medis hingga santunan bagi family korban meninggal dunia. Kemenhub juga memfasilitasi pemulangan jenazah ke wilayah asal melalui koordinasi dengan maskapai penerbangan dan lembaga terkait.

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa saat ini operasi SAR unik telah dialihkan menjadi operasi rutin kesiapsiagaan di bawah kendali Kantor SAR Surabaya. Meskipun demikian, konsentrasi pencarian tetap dilakukan di sekitar letak kejadian, dan posko pengaduan tetap dibuka bagi masyarakat nan mau melaporkan info baru mengenai kejadian tersebut. (Ant/E-3)

Selengkapnya