Menperin Bilang Indonesia Sedang Berubah, Respons Kondisi di Tetangga

38 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah optimistis industri otomotif nasional mulai tumbuh lebih kuat pada 2026. Optimisme tersebut didorong oleh membaiknya keahlian produksi dan penjualan kendaraan sepanjang semester I-2026, serta penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 nan dinilai menjadi momentum krusial untuk menggerakkan pasar pada paruh kedua tahun ini.

Pameran otomotif terbesar di Indonesia itu resmi dibuka di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Kamis (30/7/2026), dan berjalan hingga 9 Agustus 2026. Sebanyak 68 merek otomotif ikut berpartisipasi, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya nan diikuti 63 merek.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, GIIAS bukan sekadar arena peluncuran kendaraan baru ataupun transaksi penjualan, melainkan menjadi salah satu penggerak krusial bagi industri otomotif nasional di tengah tantangan ekonomi global.

"GIIAS 2026 bukan hanya arena pameran alias transaksi kendaraan, tetapi juga arena membangkitkan industri otomotif nasional. Kami mengapresiasi bahwa pameran ini setiap tahun diselenggarakan dan selalu menciptakan sejarah baru," ujar Agus saat meresmikan pembukaan GIIAS 2026.

Dari sisi penjualan, info Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil secara wholesales selama Januari-Juni 2026 mencapai 436.564 unit alias meningkat 15,9% secara tahunan. Sementara penjualan ritel mencapai 433.848 unit alias naik 10,5% dibandingkan periode nan sama tahun lalu.

Dengan tren industri otomotif nasional menunjukkan perbaikan nan cukup kuat, pemerintah menilai sasaran produksi nasional menembus 850 ribu unit hingga akhir tahun tetap realistis.

"Indonesia sedang dalam proses beranjak dari nan awalnya pedoman pasar menjadi pedoman produksi," kata Agus.

Meski demikian, Agus menilai ruang pertumbuhan industri otomotif Indonesia tetap jauh lebih besar jika memandang tingkat kepemilikan mobil masyarakat nan relatif rendah dibandingkan negara tetangga.

Saat ini rasio kepemilikan mobil di Indonesia baru sekitar 19 unit per 1.000 penduduk. Angka tersebut tetap tertinggal dibandingkan Thailand nan mencapai 275 unit per 1.000 masyarakat maupun Malaysia nan telah menyentuh 490 unit per 1.000 penduduk.

"Jumlah itu nyaris sepertiga dari seluruh pasar domestik kita pada hari ini," kata Agus saat menjelaskan bahwa setiap kenaikan satu unit rasio kepemilikan mobil per 1.000 masyarakat berpotensi menciptakan tambahan permintaan sekitar 280 ribu kendaraan.

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya