Jakarta, CNBC Indonesia - Letupan gas terjadi di Danau Batur, Kintamani, Bali hingga menyebabkan kematian massal ikan. Akibat kejadian ini, Badan Geologi Kementerian ESDM mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di Kawah Gunung Batur.
Melansir unggahan akun IG resminya, Badan Geologi menjelaskan penyebab kejadian letupan alias semburan gas tersebut. Fenomena munculnya letupan gas di Danau Batur itu berangkaian dengan dinamika limnologis dan sistem hidrotermal alami di dalam kaldera Gunung Batur.
"Berdasarkan kajian Badan Geologi, kejadian letupan gas nan disertai kematian ikan diduga berangkaian dengan dinamika alami danau," kata Badan Geologi, Jumat (24/7/2026).
Lantas, kenapa muncul aroma belerang?
Menurut Badan Geologi, pada kondisi tertentu, terutama saat terjadi percampuran massa air (overturn/upwelling), air dari dasar waduk nan miskin oksigen serta mengandung gas terlarut, seperti hidrogen sulfida (H₂S) dapat naik ke permukaan.
"Kondisi ini dapat memunculkan aroma belerang dan menurunkan kadar oksigen terlarut, sehingga berpotensi menyebabkan kematian ikan secara massal," terang Badan Geologi.
"Perlu diketahui, kejadian ini bukan merupakan indikasi bakal terjadinya erupsi Gunung Batur. Hingga saat ini, tidak teramati adanya peningkatan kegempaan vulkanik dan tingkat aktivitas Gunung Batur tetap berada pada Level I (Normal)," lanjut Badan Geologi.
Meski begitu, penduduk diminta tidak beraktivitas di area gunung tersebut.
"Masyarakat dan visitor tetap diimbau tidak beraktivitas di area kawah Gunung Batur serta selalu mengikuti info resmi dari Badan Geologi," tegas Badan Geologi.
Sebelumnya, seperti diberitakan CNN Indonesia, setidaknya 25 ton ikan budidaya meninggal akibat letupan gas berbau belerang di Danau Batur.
Menurut Kepala Bidang Perikanan Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Bangli I Wayan Agus Wirawan, peristiwa itu mulai terjadi pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 03.30 WITA.
"Itu nan baru tercatat ada 25 ton ikan mati. Kalau total secara keseluruhan hingga saat ini jumlah ikan nan meninggal itu kami belum berani memastikan," kata Agus, dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (24/7/2026).
Ikan berceceran di tepi Danau Batur, Desa Kedisan, Kecamatan Kintamani, Bangli, Kamis (23/7/2026). (Dok. Detikcom/Aryo Mahendro) Foto: Ikan berceceran di tepi Danau Batur, Desa Kedisan, Kecamatan Kintamani, Bangli, Kamis (23/7/2026). (Dok. Detikcom/Aryo Mahendro)
(dce/dce)
Addsource on Google

2 jam yang lalu
4







English (US) ·
Indonesian (ID) ·