ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi prasarana pascabencana di Sumatera tetap menghadapi tantangan pendanaan. Kementerian Pekerjaan Umum mengungkapkan alokasi anggaran nan tersedia pada RAPBN 2027 belum bisa menutup seluruh kebutuhan pemulihan di wilayah terdampak.
"Kegiatan mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tetap kami masukkan di dalam pagu sugestif sebesar Rp1,99 triliun," kata Pelaksana Tugas Dirjen Cipta Karya Chandra P. Situmorang saat rapat berbareng Komisi V DPR RI, Senin (6/7/2026).
Kebutuhan riil rehabilitasi jauh lebih besar dibandingkan alokasi nan tersedia. Sejumlah pembangunan kembali prasarana air minum, sanitasi, kawasan, hingga gedung gedung tetap memerlukan tambahan pembiayaan agar seluruh sasaran pemulihan dapat diselesaikan.
"Namun berasas kebutuhan dalam arsip rencana induk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera, Ditjen Cipta Karya tetap memerlukan tambahan sekitar Rp2,54 triliun," ujarnya.
Kondisi serupa juga terjadi di Direktorat Jenderal Prasarana Strategis. Meski pemerintah telah mengalokasikan anggaran unik rehabilitasi, biaya tersebut baru mencakup sebagian kebutuhan pemulihan prasarana pendidikan, kesehatan, rumah ibadah, dan akomodasi publik lainnya.
"Program penanganan pascabencana memperoleh alokasi sebesar Rp1,156 triliun untuk 456 unit prasarana strategis nan difokuskan pada pemenuhan sebagian kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," kata Pelaksana Tugas Dirjen Prasarana Strategis Kuswarda.
Ia berambisi kebutuhan tambahan anggaran dapat dipenuhi pada pembahasan berikutnya sehingga proses rehabilitasi tidak terhambat. Pasalnya, pemulihan prasarana dinilai menjadi salah satu aspek krusial untuk mempercepat aktivitas ekonomi dan pelayanan publik di wilayah terdampak.
"Kebutuhan anggaran Direktorat Jenderal Prasarana Strategis sebesar Rp50,876 triliun dengan pagu sugestif nan diterima sebesar Rp31,533 triliun alias sekitar 62% dari kebutuhan anggaran," ujar Kuswarda.
(fys/wur)
Addsource on Google

10 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·