Penampakan Harta Karun Emas Langka Ditemukan, Ada Cincin Kaisar

1 jam yang lalu 4

Arkeolog menemukan emas langka dari buntang kapal Bizantium di Laut Adriatik. Kapal diduga mengangkut pejabat Kekaisaran Bizantium.

Igor Miholjek, kepala penelitian, Institut Konservasi Kroasia, Departemen Arkeologi Bawah Air, menunjukkan emas nan ditemukan di buntang kapal Bizantium dekat Polace di pulau Mljet, Kroasia, 21 Juli 2026. (REUTERS/Antonio Bronic)

Para arkeolog mengungkap penemuan nan disebut sebagai salah satu temuan emas paling signifikan dari buntang kapal era Bizantium. Kapal nan ditemukan di dasar Laut Adriatik, lepas pantai selatan Kroasia, diduga mengangkut seorang pejabat tinggi Kekaisaran Bizantium beserta rombongannya. (REUTERS/Antonio Bronic)

Seorang arkeolog bawah air bekerja di buntang kapal Bizantium dekat Polace di pulau Mljet, Kroasia, 20 Juli 2026.

Hasil penggalian bawah laut nan berjalan selama puluhan tahun itu diumumkan untuk pertama kalinya pada Kamis (23/7/2026). Para peneliti memperkirakan kapal tersebut berasal dari abad ke-7 hingga ke-8. Berbagai artefak nan ditemukan menunjukkan kapal itu bukan kapal jual beli biasa, melainkan kemungkinan digunakan oleh kalangan elite. (REUTERS/Antonio Bronic)

Seorang arkeolog bawah air bekerja di buntang kapal Bizantium dekat Polace di pulau Mljet, Kroasia, 20 Juli 2026.

Tim arkeolog nan menggunakan peralatan selam telah menghabiskan lebih dari satu dasawarsa meneliti buntang kapal nan berada di dekat Pulau Mljet. Mereka secara berjenjang mengangkat dan merestorasi artefak untuk mengungkap sejarah kapal tersebut. (REUTERS/Antonio Bronic)

Igor Miholjek, kepala penelitian, Institut Konservasi Kroasia, Departemen Arkeologi Bawah Air, menunjukkan emas nan ditemukan di buntang kapal Bizantium dekat Polace di pulau Mljet, Kroasia, 21 Juli 2026.

Di antara benda-benda berbobot nan ditemukan terdapat koin emas dari masa Dinasti Heraclius, gesper bertatahkan rubi, zamrud, dan mutiara, serta cincin stempel emas bergambar seorang kaisar. Kepala Departemen Arkeologi Bawah Laut Institut Konservasi Kroasia, Pavle Dugonjic, mengatakan cincin tersebut "jelas bukan perhiasan nan dikenakan sembarang orang," sehingga menguatkan dugaan bahwa penumpang kapal mempunyai status sangat tinggi. (REUTERS/Antonio Bronic)

Igor Miholjek, kepala penelitian di Institut Konservasi Kroasia, Departemen Arkeologi Bawah Air, menunjukkan cincin stempel emas nan diyakini mempunyai gambar Kaisar Konstantinus IV, nan ditemukan di buntang kapal Bizantium dekat Polace di pulau Mljet, Kroasia, 21 Juli 2026.

Kepala penelitian Institut Konservasi Kroasia, Igor Miholjek, mengatakan total emas nan ditemukan mencapai lebih dari 600 gram setelah proses pembersihan dan restorasi. Menurutnya, jumlah itu merupakan koleksi emas terbesar nan pernah ditemukan dari buntang kapal di area Mediterania. (REUTERS/Antonio Bronic)

Sebuah gesper emas dan label ikat pinggang bergambar burung sedang menyantap anggur dari sebuah tanduk kelimpahan, ditemukan di buntang kapal Bizantium dekat Polace di pulau Mljet, Kroasia, 21 Juli 2026.

Profesor arkeologi Universitas Stanford, Justin Leidwanger, menyebut penemuan ini sebagai salah satu situs terpenting dari periode tersebut. Menurutnya, buntang kapal itu memberikan gambaran berbobot mengenai masa runtuhnya Kekaisaran Romawi Timur dan perubahan menuju bumi abad pertengahan, sekaligus menunjukkan gimana jalur pelayaran Mediterania menjadi penghubung utama sebelum akhirnya terfragmentasi. (REUTERS/Antonio Bronic)

Sebuah tayangan drone menunjukkan seorang arkeolog bawah air melompat dari kapal ke letak ditemukannya buntang kapal Bizantium di dekat Polace di pulau Mljet, Kroasia, 20 Juli 2026. (REUTERS/Antonio Bronic)

Kekaisaran Bizantium, nan merupakan penerus Kekaisaran Romawi dengan pusat pemerintahan di Konstantinopel—kini Istanbul, Turki—pernah menguasai wilayah Mediterania timur. Namun, memasuki awal abad ke-8, kekaisaran tersebut dilanda beragam bentrok dan kehilangan banyak wilayah kekuasaannya. (REUTERS/Antonio Bronic)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Selengkapnya