Jakarta, CNBC Indonesia - Lebih dari 4.200 pemukim Israel dan personil golongan sayap kanan menerobos masuk ke dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. Aksi penyerbuan dalam skala terbesar sepanjang tahun ini digelar dalam rangka memperingati hari raya Tisha B'Av.
Mengutip laporan Al Jazeera, Kamis (23/7/2026), Menteri Keamanan Nasional Israel berpatokan ekstrem kanan, Itamar Ben-Gvir, turut memasuki letak suci tersebut dengan pengawalan ketat kepolisian. Pihak manajemen Palestina mencatat jumlah penduduk Israel nan masuk mencapai 4.288 orang dan diperkirakan menembus 5.000 orang sebelum mentari terbenam.
"Aparat Israel memberlakukan pembatasan ketat di pintu gerbang, melarang sebagian besar jamaah Palestina serta pelajar untuk masuk, dan menyerang beberapa jamaah di lokasi," ungkap pejabat Palestina mengenai situasi di dalam kompleks Al-Aqsa.
Para pemukim Israel melakukan ritual Talmud di dalam kompleks, termasuk berlutut, bernyanyi, dan bermohon secara terbuka. Media Israel melaporkan bahwa polisi mengizinkan lebih dari 1.000 penduduk Israel untuk bermohon di situs tersebut.
"Warga Yahudi nan mengunjungi situs ini pada Tisha B'Av merasa seperti pemiliknya," ujar Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memuji apa nan dia sebut sebagai kemajuan luar biasa di Al-Aqsa.
Tindakan angan non-Muslim tersebut melanggar status quo kesepakatan 1967 nan melarang aktivitas ibadah selain umat Islam di tempat suci ketiga umat Islam tersebut. Pemerintah Kota Yerusalem mengecam tindakan Ben-Gvir sebagai eskalasi rawan nan mencerminkan support resmi pemerintah Israel.
"Incursions alias penerobosan ini merupakan eskalasi rawan nan dirancang untuk memaksakan pembagian waktu dan ruang di situs suci. Kompleks Al-Aqsa tetap menjadi tempat ibadah eksklusif umat Islam di mana Israel tidak mempunyai kedaulatan hukum," tegas Presidensi Palestina dalam pernyataan resminya.
Kelompok Hamas turut melontarkan peringatan keras bahwa tindakan agresi nan mencolok tersebut bakal berbalik menghantam pihak pendudukan dan para pemukimnya. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Yordania mengutuk keras tindakan penyerbuan tersebut.
"Kunjungan ini merupakan penodaan terhadap kesucian masjid, sebuah eskalasi, tindakan barbar, dan provokasi nan tidak dapat diterima," tegas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yordania Duta Besar Fouad Majali.
Jurnalis di lapangan melaporkan bahwa keterlibatan tokoh-tokoh Partai Likud nan berkuasa menandai pergeseran politik esensial di dalam pemerintahan Israel. Pihak Palestina dan ketua Muslim menilai seruan untuk membangun kembali kuil Yahudi sekarang telah didukung langsung oleh pejabat kunci di parlemen Israel.
Ancaman pencerobohan ini diperkirakan terus bersambung hingga hari Jumat dan berpotensi memicu bentrok susulan nan lebih luas. Pihak Kementerian Urusan Agama Palestina mendesak organisasi internasional untuk segera menekan Israel agar menghentikan seluruh pelanggaran di situs suci Yerusalem.
(tps/tps)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·