Pengelola Jatiluhur Berikan Pendampingan bagi Keluarga Petugas Keamanan yang Gugur

1 jam yang lalu 3
Pengelola Jatiluhur Berikan Pendampingan bagi Keluarga Petugas Keamanan nan Gugur (MI)

PERUM Jasa Tirta II (PJT II) menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya salah seorang petugas keamanan nan bekerja di wilayah kerja perusahaan. Direksi dan manajemen menegaskan komitmen untuk memberikan pendampingan menyeluruh kepada family korban sekaligus mendukung penuh proses penyelidikan oleh abdi negara penegak hukum.

Direktur Utama Perum Jasa Tirta II, Imam Santoso, menyatakan bahwa perusahaan meletakkan perhatian penuh terhadap penanganan peristiwa ini, baik dari aspek kemanusiaan maupun support terhadap proses norma nan sedang berlangsung.

"Peristiwa ini merupakan duka nan sangat mendalam bagi family besar Perum Jasa Tirta II. Kami kehilangan salah satu insan perusahaan nan selama ini telah menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi. Prioritas kami saat ini adalah memastikan family almarhum memperoleh pendampingan nan layak," ujar Imam.

Dukungan Nyata bagi Keluarga Almarhum

Sebagai corak empati, perwakilan Manajemen PJT II mendatangi rumah duka pada Sabtu malam (25/7). Kunjungan dilanjutkan pada Minggu pagi (26/7) oleh jejeran dewan guna memastikan kehadiran perusahaan di masa susah family korban.

Dalam kesempatan tersebut, Direksi PJT II memberikan pendampingan menyeluruh nan meliputi:

  • Pemberian santunan duka.
  • Pemenuhan seluruh kewenangan kepegawaian sesuai ketentuan.
  • Jaminan keberlangsungan pendidikan bagi kedua putra-putri almarhum hingga selesai.
  • Kesempatan bagi putra sulung almarhum untuk berasosiasi dan berkarya di PJT II setelah menyelesaikan pendidikan SMK.

"Kami mau memastikan family almarhum tidak menghadapi ujian ini sendirian. Pendampingan ini adalah corak penghormatan atas pengabdian almarhum kepada perusahaan," tambah Imam.

Sinergi BP BUMN dan Aparat Penegak Hukum

Kepedulian juga datang dari Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN). Deputi Bidang Fasilitasi dan Sinergi Pembangunan BP BUMN, Hambra, datang mewakili ketua untuk menyampaikan belasungkawa langsung kepada keluarga.

Hambra juga melakukan koordinasi dengan Kapolres Purwakarta guna memastikan penyelidikan dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan. Selain itu, koordinasi dilakukan dengan Dandim Purwakarta untuk memperkuat pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) di wilayah operasional PJT II agar pelayanan publik tetap melangkah kondusif.

Imam Santoso mengapresiasi support pemerintah dalam penuntasan kasus ini. PJT II menegaskan sikap kooperatif dengan memberikan info dan info nan diperlukan guna membantu kelancaran penyelidikan oleh Polres Purwakarta.

Evaluasi Sistem Keamanan

Menyikapi peristiwa tersebut, PJT II bakal melakukan pertimbangan menyeluruh terhadap sistem pengamanan di lingkungan kerja. Langkah ini diambil untuk memperkuat mitigasi akibat dan meningkatkan aspek keselamatan seluruh insan perusahaan.

"Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus memperkuat budaya keselamatan. Kami bakal mengevaluasi aspek keamanan di seluruh wilayah operasional agar kejadian serupa tidak terulang," tegas Imam.

PJT II mengimbau semua pihak untuk menghormati proses norma nan melangkah dan tidak menyebarluaskan info nan belum terverifikasi agar tidak mengganggu jalannya penyelidikan oleh pihak kepolisian. (I-2)

Selengkapnya