ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah meningkatnya kebutuhan transparansi, kecermatan pelaporan, serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Foundation menghadirkan penemuan sistem pemantauan keanekaragaman hayati berbasis artificial intelligence (AI) berjulukan PF-Lestari.
Didukung teknologi AI dan kajian spasial, PF-Lestari bisa mengukur indeks kesehatan vegetasi, mendeteksi perubahan tutupan lahan, hingga melakukan perkiraan jumlah pohon (tree count).
Platform ini juga didukung fitur pemetaan presisi nan memungkinkan pengguna mengawasi profil tutupan lahan dan topografi secara lebih komprehensif. Dengan beragam fitur tersebut, PF-Lestari bisa mempermudah inventarisasi digital jenis tanaman, riwayat perawatan, hingga memetakan potensi awal penyerapan karbon di area penanaman.
Agus menambahkan bahwa penemuan PFLestari berangkat dari tantangan pengelolaan info kehati nan tidak terpusat hingga sulitnya mendapatkan visualisasi kondisi aktual secara berkala.
"Melalui PF-Lestari, kami mengintegrasikan proses pemantauan, analisis, dan pelaporan agar melangkah lebih efisien dan akurat. Saat ini, PF-Lestari telah diimplementasikan di beragam area program Hutan Lestari nan dikelola PF untuk mendukung rehabilitasi lahan kritis di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK)," ujar President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari dalam siaran persnya, Senin (6/7/2026).
Dengan teknologi nan dimiliki, PF-Lestari mendukung pendataan penanaman pohon endemik dan multi-purpose tree species (MPTS), sekaligus memperkuat kegunaan riset serta edukasi kehutanan.
PF-Lestari juga mempunyai dashboard terintegrasi juga memungkinkan pengelolan info lapangan, perkiraan keberhasilan tumbuh (survival rate), hingga potensi persediaan karbon menjadi lebih efisien, dan proses pertimbangan program nan lebih terukur dan akuntabel.
"Potensi PF-Lestari menghasilkan Value Creation Rp2,19 miliar, didukung oleh replikasi internal, ekspansi ke Pertamina Group, dan komersialisasi eksternal," ucap Agus.
Inovasi PF-Lestari diapresiasi dalam arena Annual Pertamina Quality Award (APQA) 2026 dengan meraih predikat Platinum kategori PC-Prove.
APQ Awards merupakan arena penganugerahan terhadap penerapan Quality khususnya penerapan 4 Pilar Manajemen Kualitas di Lingkungan PT Pertamina (Persero). APQ Awards merupakan agenda tahunan nan melangkah sejak tahun 2010.
"Ini merupakan kali pertama Pertamina Foundation berperan-serta dalam APQA dan langsung sukses meraih predikat Platinum. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa penemuan nan kami kembangkan telah memenuhi standar kualitas tinggi, sekaligus motivasi besar bagi kami untuk terus berinovasi dalam mendukung program lingkungan nan lebih akuntabel dan berkelanjutan," tutup Agus.
Melalui pemanfaatan PF-Lestari, inisiatif pelestarian lingkungan diharapkan semakin kuat dari sisi perencanaan hingga pelaporan. Data nan terdokumentasi ini sejalan dengan Asta Cita mengenai penguatan ketahanan lingkungan, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim), 14 (Ekosistem dan poin 15 (Ekosistem Daratan).
(pgr/pgr)
Addsource on Google

18 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·