PGN Olah Batu Bara Jadi Gas, Potensinya 9,7 Triliun Kaki Kubik

17 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mulai menggarap potensi Coalbed Methane (CBM) alias gas berbasis batu bara di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, sebagai sumber pasokan gas baru untuk memperkuat ketahanan daya nasional.

Adapun, pengembangan gas non-konvensional tersebut dinilai mempunyai potensi nan sangat besar. Berdasarkan info Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, persediaan Original Gas in Place (OGIP) CBM di Tanjung Enim diperkirakan mencapai sekitar 9,7 triliun kaki kubik (TCF) dengan perkiraan nilai ekonomi mencapai US$ 15,4 miliar.

Bagi PGN, pengembangan CBM berpotensi membuka ruang monetisasi sumber daya gas non-konvensional domestik nan selama ini belum optimal. Inisiatif ini juga dapat menjadi salah satu opsi diversifikasi pasokan gas domestik bagi PGN untuk mendukung kebutuhan industri dan pembangkit.

Dalam pengembangannya, PGN telah menyiapkan skema teknis dan komersial untuk pemanfaatan gas tersebut. Penyaluran gas ditargetkan dilakukan secara bertahap, mulai dari 1 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) hingga meningkat menjadi 25 MMSCFD.

Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto menyampaikan selain coal bed methane (CBM), PGN juga mencoba meraih potensi pasokan dari biomethane nan berasal dari limbah kelapa sawit dan Synthetic Natural Gas (SNG). Potensi pasokan dari ketiga sumber ini sangat besar di Sumatera Selatan.

Menurut dia, dalam upaya menjaga kestabilan pasokan sekaligus memanfaatkan sumber daya alam nan tersedia di Sumatera Selatan, PGN melaksanakan pengembangan prasarana injection point.

"Infrastruktur ini sebagai titik pengumpul gas, di mana gas nan berasal dari tiga pasokan, baik dari coalbed methane, dari biomethane ataupun juga sumber lainnya bakal dikumpulkan nan kemudian bakal masukkan ke dalam pipa transmisi nan sudah ada," ujar Arief dalam keterangan tertulis, Senin (6/7/2026).

Integrasi prasarana berbasis pipeline dan non-pipeline menjadi kunci utama efektivitas penyerapan daya ini. Dengan rekam jejak nan solid serta portofolio prasarana gas bumi nan luas sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN siap menjalankan peran strategisnya sebagai jembatan utama antara titik sumber pasokan gas dengan masyarakat, dengan tetap tetap mematuhi prinsip tata kelola perusahaan nan baik (GCG).

Komitmen percepatan proyek tersebut juga mendapat support dari pemerintah. Pada Jumat (3/7/2026), Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman berbareng jejeran melakukan kunjungan kerja ke Stasiun Penerima Gas (SPG) dan Stasiun Kompresor Gas (SKG) Pagardewa.

Dalam kesempatan tersebut, Kantor Staf Presiden (KSP) datang untuk memastikan seluruh program prioritas nasional melangkah secara efektif dan tepat sasaran, terutama program nan berangkaian erat dengan ketahanan energi, peningkatan kapabilitas produksi domestik, serta pengurangan ketergantungan terhadap impor energi.

Dudung menyampaikan bahwa percepatan proyek pengembangan pemanfaatan CBM menjadi perhatian berbareng lantaran mempunyai nilai strategis bagi kepentingan nasional. Menurutnya, meskipun tetap terdapat sejumlah aspek manajemen nan perlu diselesaikan, termasuk penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), seluruh pihak telah menyepakati pentingnya percepatan penyelesaian sesuai ketentuan nan berlaku.

KSP mendorong penyelesaian halangan lintas sektor agar pengembangan Gas Metana Batubara dari wilayah Muara Enim ini dapat segera masuk tahap komersialisasi, dimana penyelesaian manajemen tetap kudu mengikuti sistem dan ketentuan nan berlaku.

Arief lantas mengapresiasi support dari KSP terhadap upaya PGN dalam rangka penguatan gas bumi domestik dan mengurangi impor daya nasional. Terutama, memimpin solusi dalam mengatasi kendala-kendala dalam pengembangan prasarana gas bumi di wilayah Pagardewa dan sekitarnya.

"PGN menegakkan komitmen jangka panjangnya untuk terus mengawal kebijakan Pemerintah. Dari wilayah Muara Enim dan Pagardewa, PGN berkeinginan menghadirkan solusi daya domestik nan bersih, andal, dan memberikan multiplier effect nan luas bagi masyarakat dan berkontribusi pada perekonomian daerah," tutup Arief.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya