Salah satu pembangkit listrik swasta di Kalimantan Selatan.(Dok.Istimewa)
PLN Unit Induk Distribusi (UID) wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, kembali memberlakukan pemadaman bergilir menyusul terjadinya gangguan kelistrikan sistem interkoneksi di wilayah tersebut. Pemadaman aliran listrik ini kembali menuai protes masyarakat luas.
Pemadaman bergilir sudah berjalan sejak Kamis (23/7) di beragam wilayah dengan lama pemadaman 5-6 jam. Sedangkan rentang waktu pemadaman mulai pukul 07.00 hingga 23.00 wita. Dalam pemberitahuannya kepada publik, pihak PLN menyebut telah terjadi gangguan kelistrikan nan berakibat pada terganggunya pasokan listrik kepada masyarakat.
Ini merupakan kondisi krisis listrik ke dua terjadi di wilayah Kalsel dan Kalteng. Pada awal Juli 2026, PLN berdasar krisis listrik disebabkan terjadinya kerusakan pada PLTUG Bangkanai, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari PLN mengenai penyebab krisis listrik kali ini.
Kondisi krisis listrik ini juga dikeluhkan para pelaku upaya dan UMKM di Kalsel. Dwi Putera Kurniawan, pemilik upaya Kedai Biji Kopi di Banjarbaru mengeluhkan pemadaman listrik telah menyebabkan terganggunya aktivitas usahanya. "Saat listrik padam, maka otomatis aktivitas mesin roasting kopi juga kudu berhenti," tuturnya.
Hal senada juga disampaikan Bambang Dedi Mulyadi, Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM Kalimantan Selatan nan mengatakan pihaknya banyak menerima laporan dari pelaku upaya UMKM mengenai krisis listrik ini. "Kita harapkan ini menjadi perhatian bagi PLN, lantaran pemadaman listrik tentu sangat berpengaruh pada aktivitas upaya UMKM," tuturnya. (E-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·