PM Inggris Andy Burnham Siap Kritik Donald Trump demi Kepentingan Nasional Menteri Inggris, Partai Buruh, Kepentingan Nasional Inggris

1 jam yang lalu 4
PM Inggris Andy Burnham Siap Kritik Donald Trump demi Kepentingan Nasional Menteri Inggris, Partai Buruh, Kepentingan Nasional Inggris Andy Burnham.(Al Jazeera)

PERDANA Menteri baru Inggris, Andy Burnham, menegaskan komitmennya untuk mengutamakan kepentingan nasional di atas segalanya, termasuk dalam menjalin hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat. Burnham menyatakan tidak bakal ragu untuk melontarkan kritik kepada Presiden AS Donald Trump andaikan perihal tersebut diperlukan demi melindungi kedaulatan dan kepentingan Inggris.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Burnham dalam wawancara dengan BBC nan disiarkan pada Minggu (26/7). Langkah ini diambil guna merespons spekulasi publik dan laporan media mengenai potensi ketegangan hubungan antara kedua pemimpin tersebut setelah Burnham resmi menjabat sebagai perdana menteri.

Sebelumnya, harian Daily Mail melaporkan klaim dari sumber nan dekat dengan Gedung Putih bahwa Donald Trump tetap bersedia menoleransi Burnham. Namun, laporan itu juga menyisipkan sindiran dengan angan agar politikus Partai Buruh tersebut tidak menjadi perdana menteri Inggris terakhir selama masa kedudukan Trump berlangsung.

Menanggapi narasi tersebut, Burnham mengakui bahwa perbedaan pandangan antara London dan Washington adalah perihal nan sangat mungkin terjadi di masa depan.

"Saya tidak bisa mengatakan bahwa saya tidak bakal mempunyai pandangan nan berbeda darinya (Trump), bahwa saya tidak perlu menyampaikan pendapat lain nan menurut saya betul bagi Inggris," ujar Burnham.

Saat disinggung mengenai tingkat kepercayaannya terhadap Presiden AS tersebut, Burnham memilih untuk tidak memberikan jawaban langsung. Ia lebih menekankan pada elastisitas diplomatik dalam menghadapi dinamika dunia nan terus berubah.

"Anda kudu memihak kepentingan nasional Anda sendiri di atas segalanya. Itulah nan kudu dilakukan jika mau menjalankan tugas ini dengan benar," tegasnya.

Burnham resmi mengambil alih kepemimpinan Inggris dari Keir Starmer pada Senin lalu. Namun, di awal masa jabatannya, dia sudah menghadapi tekanan politik dari dalam negeri. Pemimpin Partai Reform UK, Nigel Farage, menyerukan penyelenggaraan pemilihan umum menyusul rencana Burnham untuk melakukan perombakan besar-besaran pada sistem politik dan ekonomi Inggris nan disebut sebagai perubahan terbesar dalam empat dasawarsa terakhir.

Kini, pemerintahan Burnham dihadapkan pada tantangan ganda: menjaga stabilitas hubungan dengan sekutu utama seperti Amerika Serikat sembari mengeksekusi agenda reformasi domestik nan ambisius di tengah pengawasan ketat oposisi. (I-2)

Selengkapnya