ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan belum dapat memulai sejumlah proyek prasarana baru pada 2027. Keterbatasan pagu sugestif membikin Direktorat Jenderal Cipta Karya memprioritaskan penyelesaian perjanjian tahun plural (multiyears), program berbasis masyarakat, hingga rehabilitasi pascabencana.
"Kebutuhan anggaran Ditjen Cipta Karya sebesar Rp30,42 triliun. Namun merujuk surat berbareng Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Bappenas, pagu sugestif Direktorat Jenderal Cipta Karya ditetapkan hanya sebesar Rp11,07 triliun," kata Pelaksana Tugas Dirjen Cipta Karya Chandra P. Situmorang dalam rapat berbareng Komisi V DPR RI, Senin (6/7/2026).
Dengan anggaran nan terbatas, pemerintah memilih memfokuskan shopping untuk menyelesaikan pekerjaan nan sudah berjalan. Anggaran juga diarahkan memenuhi komitmen program prasarana berbasis masyarakat (IBM), pembayaran perjanjian multiyears, hingga shopping pegawai dan operasional agar pelayanan tetap berjalan.
"Kami laporkan, tahun 2027 ini merujuk pagu indikatif, Ditjen Cipta Karya belum bisa mengusulkan pendanaan untuk aktivitas baru lantaran keterbatasan pada pagu sugestif ini," ujar Chandra.
Dari total pagu sebesar Rp11,07 triliun, sebagian besar telah terserap untuk beragam kebutuhan prioritas. Kondisi tersebut membikin sejumlah usulan pembangunan hasil konsultasi regional maupun Musrenbangnas belum dapat diakomodasi dalam RAPBN 2027.
"Ditjen Cipta Karya memahami bahwa rencana kerja dan anggaran tahun 2027 kudu kami siapkan dengan hati-hati dengan memanfaatkan pagu sugestif secara optimal. Untuk itu, pagu sugestif bakal difokuskan pada aktivitas prioritas dan paling mendesak serta memberikan akibat langsung bagi masyarakat," katanya.
Meski demikian, kebutuhan anggaran nan belum terakomodasi tetap sangat besar. Tambahan anggaran dibutuhkan untuk pembangunan dan peningkatan SPAM, sistem sanitasi, pengembangan area strategis, pembangunan gedung negara, hingga support teknis dan operasional.
"Sebagaimana telah kami sampaikan, total kebutuhan anggaran program Ditjen Cipta Karya tahun 2027 sebesar Rp30,42 triliun. Dengan pagu sugestif nan ada, tetap terdapat kebutuhan nan belum tertampung sebesar Rp19,35 triliun," sebut Chandra.
(fys/wur)
Addsource on Google

11 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·