Punya Proving Ground Raksasa se-Asia Tenggara, Otomotif RI Tancap Gas?

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah terus mempercepat pembangunan Proving Ground Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) di Bekasi sebagai salah satu proyek strategis sektor transportasi darat. Pada 2027, proyek tersebut kembali menjadi salah satu prioritas penganggaran Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

Fasilitas ini dibangun melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Selain pembangunan, pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk memenuhi tanggungjawab pembayaran dalam kerja sama tersebut agar proyek dapat melangkah sesuai target.

"Pemenuhan AP Proving Ground BPLJSKB Bekasi sebesar Rp339,99 miliar menjadi salah satu prioritas nasional tahun 2027," kata Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan dalam rapat dengan Komisi V DPR RI nan disiarkan YouTube, Senin (13/7/2026).

Proving Ground merupakan akomodasi pengetesan dan sertifikasi kendaraan bermotor berstandar internasional nan berlokasi di Cibitung, Jawa Barat seluas 90 hektare (ha). Fasilitas terbesar di Asia Tenggara ini dilengkapi dengan 16 laboratorium pengetesan canggih untuk memastikan setiap kendaraan, termasuk kendaraan listrik, kondusif dan laik jalan sebelum dipasarkan.

Proving Ground Bekasi dikelola oleh Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) Kementerian Perhubungan. Fasilitas ini dirancang untuk memenuhi standar izin Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN Regulations/UNR), sehingga hasil pengujiannya dapat mendukung proses homologasi kendaraan nan bakal dipasarkan di Indonesia maupun area ASEAN.

Fasilitas tersebut dilengkapi beragam lintasan dan sarana pengujian, mulai dari high-speed oval track nan memungkinkan kendaraan diuji hingga kecepatan sekitar 250 kilometer per jam, dynamic area untuk menguji manuver kendaraan, test hill dengan beragam tingkat kemiringan, hingga area pengetesan kebisingan (noise emission). Seluruh akomodasi utama telah melalui proses pengesahan oleh konsultan internasional Applus IDIADA dari Spanyol.

Keberadaan proving ground ini juga bisa mengurangi ketergantungan produsen otomotif terhadap akomodasi pengetesan di luar negeri. Sehingga, proses pengembangan produk baru dapat berjalan lebih cepat.

"Proving Ground ini merupakan akomodasi pengetesan jenis kendaraan berstandar internasional terbesar di Asia Tenggara nan digunakan untuk melakukan uji jenis kendaraan guna memastikan kendaraan laik jalan dan kondusif sebelum dipasarkan," ujarnya.

Aan menjelaskan, proyek tersebut dikembangkan melalui skema KPBU sehingga pemerintah tidak menanggung seluruh pembiayaan pembangunan sendiri. Mitra swasta juga bertanggung jawab terhadap pengelolaan akomodasi setelah proyek selesai dibangun.

"Proving Ground ini dikembangkan melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha, di mana badan upaya pelaksana tidak hanya membangun akomodasi tetapi juga bertanggung jawab atas pemeliharaan selama periode 15 tahun pengoperasian," kata Aan.

Sertifikasi Kendaraan Bermotor. (Dok. Kementerian Perhubungan)Sertifikasi Kendaraan Bermotor. (Dok. Kementerian Perhubungan) Foto: (Dok. Kementerian Perhubungan)

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya