Jakarta, CNBC Indonesia - Kembali meroketnya nilai minyak mentah bumi hingga kembali bertengger di level kisaran US$ 100 per barel tak bakal membikin pemerintah melakukan penyesuaian terhadap nilai bahan bakar minyak (BBM) subsidi, seperti Pertalite ataupun Solar.
Hal ini ditegaskan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, saat sebelum mengadakan pertemuan dengan dewan Pertamina di Gedung Juanda I, Kementerian Keuangan.
"Kalau nan subsidi bakal kita jaga terus," kata Purbaya.
Sementara itu, untuk BBM non subsidi, seperti Pertamax maupun Pertamax Trubo, Purbaya tegaskan sepenuhnya merupakan keputusan PT Pertamina, untuk menetapkan nilai sesuai sistem pasar.
"Kalau BBM non subsidi kan bukan urusan saya, suka-suka Pertamina itu ya," tegas Purbaya.
Sebagaimana diketahui, nilai minyak bumi bergerak melemah pada perdagangan Jumat (24/7/2026) pagi setelah reli tajam sehari sebelumnya. Meski terkoreksi tipis, nilai tetap memperkuat di level tinggi dan berada di jalur kenaikan mingguan dua digit di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan global.
Menurut info Refinitiv hingga pukul 09.15 WIB, nilai Brent berada di US$100,25 per barel, turun 0,44% dibandingkan penutupan sebelumnya di US$100,69 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di US$91,71 per barel, melemah 0,52% dari posisi sehari sebelumnya di US$92,19 per barel.
Pelemahan pagi ini terjadi setelah lonjakan nilai nan membawa Brent kembali ditutup di atas US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei. Secara mingguan, Brent tetap naik sekitar 13,5%, sedangkan WTI menguat sekitar 10,9%.
Reli minyak dipicu meningkatnya akibat gangguan pasokan dari dua jalur pelayaran daya paling vital di dunia. Ketegangan memuncak setelah golongan Houthi nan didukung Iran mengaku menyerang dua kapal tanker Saudi di Laut Merah.
Serangan tersebut memicu kekhawatiran bahwa jalur Bab el-Mandeb, pintu masuk dari Laut Merah menuju Samudra Hindia, berpotensi ikut terganggu. Jalur ini merupakan koridor pengiriman minyak terpenting kedua di bumi setelah Selat Hormuz.
(arj/arj)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
4







English (US) ·
Indonesian (ID) ·