Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku bakal berjumpa dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono untuk membahas mengenai penghematan anggaran Makan Bergizi Nasional (MBG).
Pertemuan ini, kata Purbaya, dijadwalkan minggu depan. Semula, pertemuan bakal berjalan minggu ini, bakal tetapi lantaran pergantian kepemimpinan, pertemuan dijadwalkan ulang.
"Ketuanya ganti. Kita biarin konsolidasi dulu. Begitu date-nya ketemu lagi. Ini kan tetap konsolidasi," paparnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidgng Perekonomian, Kamis (23/7/2026).
Adapun, mengenai dengan rencana BGN untuk tidak lagi memberi MBG untuk siswa dari family bisa alias desil 8 hingga 10, Purbaya mengaku belum menerima kalkulasi besaran penghematan anggarannya. Namun, dia menegaskan perihal ini bakal menciptakan penghematan anggaran.
"Saya nggak tahu detailnya seperti apa, saya mesti tanya ke Kepala MBG gimana prosedurnya," paparnya.
"Pasti ada kurang, penghematan lah, bukan potong. Tapi tergantung mereka gimana teknisnya nanti," tegas Purbaya.
Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan, pagu anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk 2026 sementara turun menjadi Rp 229 triliun dari alokasi sebelumnya Rp268 triliun. Penyesuaian tersebut dilakukan seiring upaya pemerintah membenahi tata kelola program agar lebih efektif dan efisien.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan, nomor anggaran tersebut tetap berkarakter sementara dan tetap berpotensi berubah andaikan BGN kembali menemukan ruang efisiensi dalam penyelenggaraan program.
"Tapi kelak ditulisnya sementara ya. Kalau bisa kita lebih efisien lagi," kata Agustina dalam konvensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Meski demikian, Agustina menegaskan efisiensi anggaran bukan menjadi tujuan utama BGN. Ia menyebut konsentrasi utama lembaganya saat ini adalah memperbaiki tata kelola program MBG, agar penyaluran support lebih tepat sasaran.
(haa/haa)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
4







English (US) ·
Indonesian (ID) ·