Ramai Maskapai Setop Sementara Penerbangan ke Arab, Dubai-Saudi Kena

2 jam yang lalu 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Ramai-ramai maskapai penerbangan internasional menangguhkan penerbangan di seluruh wilayah Timur Tengah (Timteng). Ini bukan pertama kali terjadi, melainkan perpanjangan dari patokan nan sudah dibuat, di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.

Mengutip Al-Jazeera, AS kembali mengebom Iran selama 12 malam berturut-turut, Rabu. Media Iran melaporkan ledakan di kota-kota termasuk Bushehr, Ahvaz, Sirik dan Shalamcheh. Dilaporkan gimana dua orang tewas. Sementara 11 lainnya terluka dalam serangan AS di perbatasan Shalamcheh Iran dengan Irak.

Pasukan Garda Revolusi (IRGC) Iran juga mengaku bertanggung jawab atas serangan tambahan terhadap sasaran militer AS di Kuwait. Militer elit itu mengatakan sebuah ledakan telah membakar sebuah kapal tanker di Selat Hormuz setelah kapal tersebut berupaya transit melalui rute nan tidak sah.

Arab Saudi juga mengkonfirmasi serangan nan dilakukan oleh Houthi terhadap kapal milik negara Encelia di Laut Merah, melaporkan bahwa kebakaran terjadi di hadapan kapal, meskipun semua awak kapal tidak terluka. Harga minyak naik hingga mencapai US$96 (rP 1,73 juta) per barel, menandai level tertinggi sejak 8 Juni.

Militer AS melakukan serangan malam ke-10 berturut-turut terhadap sasaran militer Iran pada hari Senin, nan dikatakan bermaksud untuk melindungi pelayaran komersial melalui Selat Hormuz.

Lalu apa saja maskapainya?

Air France

Air France adalah salah satunya. Maskapai nan awalnya dijadwalkan melanjutkan operasinya di Timur Tengah pada 20 Juli, telah memperpanjang penangguhannya pada rute-rute di wilayah tersebut.

Penerbangan ke Riyadh tetap ditangguhkan hingga 24 Juli, sementara penerbangan ke Dubai sekarang bakal dilanjutkan pada 27 Juli. Penerbangan Beirut ditangguhkan hingga 2 Agustus.

"Dimulainya kembali operasi bakal tetap berjuntai pada penilaian situasi keamanan lokal, nan berkembang pesat," kata maskapai itu.

Singapore Airlines

Penerbangan Singapore Airlines ke Dubai nan dijadwalkan buka kembali 2 Agustus sekarang kudu menelan pil pahit. Penangguhan telah diperpanjang hingga 24 Oktober.

"Karena situasi tetap berubah-ubah, penerbangan lain mungkin bakal terpengaruh," kata maskapai itu di situsnya.

"Pelanggan nan terkena akibat pembatalan penerbangan bakal diakomodasi kembali pada penerbangan pengganti alias dapat meminta pengembalian biaya penuh atas bagian tiket mereka nan tidak terpakai," tambahnya.

Anak perusahaan berbiaya rendah milik Singapore Airlines, Scoot, juga telah menangguhkan penerbangan Singapura-Jeddah hingga 8 Agustus. Pelanggan nan terkena akibat pembatalan penerbangan dapat meminta pengembalian biaya penuh jika mereka memilih untuk tidak melanjutkan perjalanan, alias mereka dapat memilih untuk memesan ulang penerbangan alternatif.

Turkish Airlines

Turkish Airlines telah melanjutkan penerbangan ke Abu Dhabi, Dubai, Damaskus, Beirut, dan Amman seiring maskapai tersebut terus memulihkan jasa di seluruh wilayah Timur Tengah. Namun penerbangan ke Iran tetap ditangguhkan.

Maskapai ini juga memperingatkan gangguan lebih lanjut akibat eskalasi terbaru. Dikatakan bahwa situasi sekarang menjadi tak menentu.

"Beberapa penerbangan kami ke dan dari Iran dan wilayah sekitarnya telah dibatalkan," tulis maskapai tersebut di situs webnya.

"Situasi terkini di wilayah udara di wilayah tersebut dipantau secara real-time, dan pembatalan penerbangan tambahan mungkin terjadi," tambahnya.

Philippine Airlines

Penerbangan Philippine Airlines dari Manila ke Doha telah dilanjutkan. Tetapi penerbangan unik ke Dubai ditangguhkan hingga 2 Oktober.

"Kami terus memantau situasi dengan jeli dan bakal memulihkan kapabilitas penuh jika kondisi memungkinkan," kata maskapai tersebut.

KLM

Penerbangan KLM ke dan dari Riyadh, Dammam dan Dubai ditangguhkan hingga 23 Agustus. KLM mengatakan menyesuaikan agenda penerbangannya melintasi Timur Tengah, dan terus menghindari penerbangan melalui wilayah udara Iran, Irak dan Israel, serta sebagian Teluk Arab.

Penumpang nan terkena akibat pembatalan dapat memesan ulang perjalanan mereka di kemudian hari alias meminta pengembalian dana. Namun perihal itu bakal tergantung pada ketentuan tiket.

British Airways

British Airways semestinya mengudara pada 1 Juli. Namun berasas agenda nan direvisi, penerbangan ke Dubai, Tel Aviv, Bahrain dan Amman bakal tetap ditangguhkan hingga 25 Oktober.

Maskapai ini juga mengurangi gelombang di rute Timur Tengah lainnya. Penerbangan ke Doha bakal beraksi sekali sehari, bukan dua kali sehari mulai 1 Agustus.

Sementara jasa ke Riyadh bakal dikurangi dari dua penerbangan harian menjadi satu penerbangan harian mulai 8 Agustus. Maskapai ini telah menghentikan sementara penerbangan ke Jeddah.

Air Canada

Air Canada telah memperpanjang penangguhan penerbangannya ke Tel Aviv dan Dubai hingga 24 Oktober. Penumpang nan terkena akibat pembatalan disarankan untuk menanyakan langsung kepada maskapai untuk opsi pemesanan ulang dan pengembalian biaya lantaran agenda terus disesuaikan sebagai respons terhadap kondisi regional.

Astana Air

Maskapai penerbangan nasional juga Kazakhstan telah menangguhkan penerbangan dari Almaty dan Astana ke Dubai hingga 31 Agustus. Maskapai mengatakan perihal ini lantaran situasi semakin memburuk di Selat Hormuz dan wilayah Teluk nan lebih luas".

"Penumpang berkuasa mendapatkan pengembalian biaya penuh pada saat pembelian," muatnya.

Finnair

Finnair telah memperpanjang penangguhan penerbangan antara Helsinki dan Dubai hingga 24 Oktober. Sementara itu, penerbangan ke Doha bakal tetap ditangguhkan selama musim dingin "karena argumen komersial".

"Pelanggan Finnair nan mempunyai pemesanan dari 3 Oktober hingga 27 Maret 2027 bakal dialihkan, sebagian besar melalui penerbangan nan dioperasikan Qatar Airways di rute-rute ini," kata maskapai tersebut.

Cathay Pacific

Maskapai asal Hong Kong ini telah memperpanjang penangguhan penerbangan ke dan dari Dubai dan Riyadh masing-masing hingga 24 Oktober dan 25 Oktober. Penerbangan sebelumnya dijadwalkan bakal dilanjutkan pada 1 September.

"Para penumpang nan terkena akibat bakal ditawari elastisitas untuk memesan ulang, mengalihkan rute, alias mendapatkan pengembalian biaya tiket mereka. Cathay bakal terus memantau situasi nan berkembang di Timur Tengah," kata maskapai tersebut.

Lufthansa

Grup Lufthansa telah menangguhkan penerbangan ke beberapa destinasi di wilayah tersebut. Meskipun Austrian Airlines, Lufthansa, dan Swiss telah melanjutkan operasinya ke Tel Aviv, penerbangan Brussels Airlines ke Tel Aviv tetap ditangguhkan.

Penerbangan Lufthansa dan Swiss ke Dubai juga tetap ditangguhkan hingga 13 September. Sementara itu, jasa Lufthansa, Swiss, Austrian Airlines, dan Brussels Airlines ke Abu Dhabi, Amman, Beirut, Dammam, Riyadh, Erbil, Muscat, dan Teheran ditangguhkan hingga 24 Oktober.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya