RI Bakal Ekspor Listrik ke Singapura 3,4 Giga Watt, Begini Skemanya

9 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani buka bunyi perihal rencana Indonesia melaksanakan ekspor listrik ke Singapura. Terdapat beberapa wilayah potensial nan bakal dibangun pembangkit listrik untuk penyelenggaraan ekspor tersebut.

Rosan menyampaikan, kelak Danantara nan bakal bertindak sebagai pelaku ekspor tersebut bekerjasama dengan perusahaan asal Singapura ialah Keppel Electric, Sembcorp Industries dan Singapore Energy Interconnections.

"Kita sebagai perusahaan dari Indonesianya nan bakal (mengembangkan listrik). Keppel dan Sembcorp sebagai off-taker-nya ya. Ya, lantaran mereka kan juga BUMN," terang Rosan ditemui di Istana Negara, Senin (6/7/2026).

Rosan menjabarkan, kelak pembangkit listriknya salah satunya bakal dibangun di wilayah Batam, Bintan dan Karimun (BBK) dengan total 3,4 Giga Watt (GW) selama beberapa tahun.

"Tapi pembangunan pertama antara 600 Mega Watt sampai 1,2 Giga Watt. Ini tapi sifatnya renewable ya," ungkap Rosan.

Sementara itu, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa, sejak setahun lampau sudah ada penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ialah ekspor listrik, pengembangan listrik hijau dan juga pengembangan Carbon Capture Storage (CCS) dengan Singapura.

"Dan itu kan adalah merupakan satu kesatuan nan kita tandatangani di tahun kemarin. Nah, mengenai dengan listrik ke Singapura, proses tahapannya berjalan, tapi kan kita tetap menegosiasi tentang nilai dan izin kita kan memang nilai itu ada di pemerintah. Kita ingin ada win-win, saling menguntungkan," terang Bahlil ditemui di Istana Negara, Senin (6/7/2026).

Menurut Bahlil, mengenai dengan kerjasama kelistrikan kudu menguntungkan kedua negara. Maka dari itu, pembahasan mengenai ekspor listrik tetap berkutat pada untung kedua belah pihak,.

"Tapi saya pikir sejenak lagi bakal ada titik jumpa kok. Kita ingin semuanya kudu punya faedah yang, nan win-win-lah untuk kedua belah pihak ya. (Sekarang) belum win-win. Saya merasa belum win-win jika sekarang harganya," terang Bahlil.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya