RI Kembangkan Bahan Bakar Hidrogen, Berapa Harganya?

1 hari yang lalu 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa biaya produksi bahan bakar hidrogen di Indonesia saat ini tetap lebih tinggi dibandingkan jenis daya lainnya. Bahkan, harganya tercatat tetap berada di atas nilai keekonomian biodiesel 50% (B50) nan saat ini menjadi salah satu jagoan pemerintah dalam memangkas impor BBM.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan komparasi nilai tersebut sebagai tantangan utama dalam pengembangan ekosistem daya baru terbarukan. Bahlil membandingkan nilai keekonomian hidrogen dengan biaya produksi biodiesel 50% (B50) non-subsidi nan saat ini berada di kisaran Rp 18.600 per liter.

Berdasarkan hasil obrolan dengan tim riset, dia menyebut biaya daya nan dihasilkan dari hidrogen saat ini tetap berada di atas nilai bahan bakar nabati tersebut. Pihaknya bakal terus berupaya mencari teknologi nan lebih efisien agar nilai hidrogen di dalam negeri bisa lebih kompetitif bagi industri dan transportasi.

"Problemnya adalah hidrogen ini memang biayanya tetap mahal dibandingkan dengan produk daya lain," ujar Bahlil dalam aktivitas Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition (GHES) 2026 di Jakarta, dikutip Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, meskipun hidrogen mempunyai kelebihan sebagai daya bersih, biaya energinya tetap belum bisa menekan nomor di bawah nilai B50.

"Berapa biaya selisih antara B50 non-PSO, non-PSO itu biaya industri itu kan kurang lebih sekitar Rp 18.600 (per liter). Kalau diumpamain dengan hidrogen ini berapa energinya rupanya tetap di atas daripada nilai B50. Hidrogen tetap agak lebih mahal," paparnya.

Tingginya nilai hidrogen saat ini dipandang sebagai akibat dari teknologi nan tetap dalam tahap pengembangan awal di tanah air. Namun, pihaknya meyakini dinamika geopolitik dunia nan membikin pasokan minyak mentah susah didapat bakal mendorong hidrogen menjadi pilihan nan lebih masuk logika dalam beberapa tahun ke depan.

"Tetapi kepercayaan saya dengan perang terus terjadi dengan geopolitik nan tidak menentu dan tidak lagi mudah untuk kita mendapatkan minyak di blok-blok nan baru maka tidak bakal lama lagi nilai hidrogen bakal jauh lebih kompetitif dengan sumber-sumber BBM minyak lainnya," tandasnya.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya