Ilustrasi(MI/Lina Herlina)
PAGI itu, laman Kantor Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, tidak seperti biasanya. Sebuah mobil putih dengan stiker biru unik BPJS Kesehatan terparkir rapi di bawah teduhnya pohon rindang.
Di sekitarnya, beberapa penduduk mulai berdatangan. Bukan untuk mengurus surat menyurat di kecamatan, melainkan untuk satu tujuan, memanfaatkan jasa Mobile Customer Service (MCS) alias nan berkawan disebut BPJS Kesehatan Keliling.
Antrean pendek terbentuk perlahan. Ada ibu-ibu dengan map lusuh berisi kartu keluarga, ada bapak-bapak nan baru turun dari sepeda motor, sesekali melirik layar ponsel sembari memastikan nomor antrean.
Tidak ada wajah masam alias keluhan panjang. nan ada justru senyum dan obrolan ringan, sebuah pemandangan langka saat penduduk berurusan dengan birokrasi kesehatan.
Rosdiana, salah satu penduduk nan baru saja menyelesaikan urusannya di mobil itu, tetap tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Wajahnya berseri, tangannya menggenggam erat selembar kertas hasil cetakan dari petugas.
"Sangat-sangat mempermudah sekali, sangat membantu sekali info nan kita dapat," ujarnya, dengan bunyi penuh semangat.
Bagi Rosdiana, perjuangan mengurus manajemen BPJS selama ini terasa seperti perang jarak jauh. Lokasi instansi bagian di Jalan AP Pettarani nan lumayan jauh, waktu antre nan tak menentu, hingga biaya transportasi nan menguras kantong, semua itu sekarang sirna dengan hadirnya mobil keliling ini.
"Kalau saya misalnya kena daftar ke kantor, mungkin agak jauh, proses lama lagi. Kalau ini kan Alhamdulillah. Ini sangat bersyukur," lanjutnya.
Lebih dari Sekadar Mobil Layanan
Mobil putih itu bukan sekadar kendaraan operasional. Ia adalah jawaban atas kegelisahan penduduk Tamangapa dan sekitarnya. Setiap pekan, tepatnya Senin hingga Kamis, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 Wita, armada ini berkeliling menyasar beragam lokasi, instansi kecamatan, puskesmas, hingga kampus-kampus di Makassar.
Bahkan tidak jarang, mobil ini juga ikut meramaikan titik-titik Car Free Day di kota Daeng, menjemput penduduk nan sedang berolahraga alias sekadar bersantai di akhir pekan.
Apa saja nan bisa dilakukan penduduk di mobil keliling itu? Hampir semua urusan manajemen kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Mulai dari pendaftaran peserta baru bagi pekerja bukan penerima bayaran alias peserta mandiri, pengecekan status kepesertaan dan tagihan iuran, perubahan info seperti akomodasi kesehatan tingkat pertama, kelas perawatan, alias info identitas, hingga konsultasi, informasi, dan penyampaian pengaduan. Semuanya diselesaikan di atas roda nan berkeliling itu.
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Makassar, dr. Prabowo, menegaskan bahwa penemuan ini adalah corak komitmen jemput bola, memastikan tidak ada lagi penduduk nan terhalang jarak dan waktu untuk mendapatkan jasa manajemen nan layak.
"Layanan BPJS Kesehatan Keliling ini, menyasar 15 alias semua kecamatan nan ada di Kota Makassar, juga di wilayah lain, tentunya untuk mempermudah, dan semua penduduk bisa memanfaatkan layanannya," tegas dr. Prabowo.
Saat Jarak Bukan Lagi Musuh
Ihwan, penduduk Kecamatan Manggala lainnya, adalah salah satu contoh nyata. Pekerja serabutan ini kerap dibuat pusing oleh urusan administrasi.
Puncaknya, ketika dia kudu mengurus perpindahan akomodasi kesehatan tingkat pertama (FKTP) sebuah keperluan nan menurutnya krusial namun selama ini terasa rumit.
"Sebelumnya saya berpikir kudu datang langsung ke Kantor BPJS Kesehatan di Jalan AP Pettarani untuk mengurus pindah faskes. Dari sini ke sana butuh waktu 30 menitan, dan tentu butuh ongkos lebih juga," ungkapnya.
Namun, setelah mengetahui adanya jasa BPJS Keliling nan datang di wilayahnya, dia tak menyia-nyiakan kesempatan. Datang lebih pagi untuk menghindari dugaan antrean panjang, Ihwan justru terkejut.
Proses nan dibayangkannya berbelitan rupanya hanya menyantap waktu tak sampai lima belas menit.
"Saya kira bakal ramai dan lama seperti di instansi cabang, tapi rupanya tidak. Petugasnya sigap dan prosesnya lancar," ujarnya.
Bukan hanya Ihwan dan Rosdiana. Banyak penduduk lain nan memanfaatkan momen ini untuk sekadar memastikan status kepesertaan mereka. Pertanyaan sederhana seperti "kartu saya tetap aktif alias tidak?" alias "bulan depan saya kudu bayar berapa?" bisa langsung terjawab.
Ada juga nan datang dengan niat mendaftarkan anak mereka sebagai peserta baru, alias sekadar curhat tentang hambatan iuran nan telat dibayar.
"Untuk mengetahui info mengenai pendaftaran BPJS untuk anak saya. Kemudian, sharing-sharing juga, banyak sih nan didapet," cerita Rosdiana, menjelaskan bahwa dia juga mendapat edukasi tentang beragam jasa digital BPJS, termasuk aplikasi Mobile JKN nan bisa diakses dari rumah.
Menjangkau nan Tak Terjangkau Digital
Menariknya, meski BPJS Kesehatan telah gencar mempromosikan jasa digital melalui aplikasi Mobile JKN, kehadiran jasa keliling ini tetap menjadi primadona.
Mengapa? Sebab tetap banyak penduduk alias masyarakat lansia nan gagap teknologi, memerlukan sentuhan pelayanan langsung.
"Petugasnya menjelaskan dengan sabar dan jelas. Saya jadi tahu jika banyak perihal sebenarnya bisa dilakukan lewat aplikasi Mobile JKN, tapi tetap saja kehadiran BPJS Keliling sangat krusial lantaran tetap banyak penduduk nan belum terbiasa dengan jasa digital," akui Ihwan.
Rosdiana pun sepakat. Baginya, bertatap muka langsung dengan petugas memberikan rasa kondusif nan tidak bisa digantikan oleh jasa daring.
"Langsung kita ketika ada pertanyaan, ada keluhan, itu kita bisa langsung selesaikan," tegasnya.
Wajah Baru Pelayanan Kesehatan
Kehadiran BPJS Keliling di Makassar bukanlah sekadar program seremonial. Dalam setiap agenda nan diumumkan secara rutin, bisa melalui IG resmi BPJS Cabang Makassar, alias melalui grup WA nan dikelola perangkat daerah, alias apalagi dengan menghubungi jasa WA PANDAWA di nomor 08118165165 serta Call Center 165.
Bagi nan tetap mau datang langsung, Kantor Cabang di Jalan AP Pettarani Nomor 78, Panakkukang, juga tetap buka setiap Senin hingga Jumat pukul 08.00 hingga 15.00 Wita.
Bukan Sekadar Layanan
Di penghujung pagi itu, di bawah terik mentari Makassar nan mulai menyengat, mobil putih BPJS Kesehatan Keliling tetap setia melayani penduduk nan terus berdatangan. Ada nan datang sendiri, ada pula nan berkelompok berbareng tetangga. Semua dengan satu tujuan memastikan diri dan family terlindungi.
Terpisah, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, nan pernah duduk di Komisi IX DPR RI mengatakan, sangat senang dengan keberadaan BPJS Keliling tersebut. "Kami tentu sangat mendukung itu, lantaran bisa melayani masyarakat nan berada di pinggiran kota, dengan hanya ke instansi lurah alias kecamatan terdekat dari rumahnya," katanya.
BPJS Kesehatan ini lanjut Aliyah sangat membantu masyarakat. "Kalau tidak ada punya BPJS mungkin biaya berobat berat, biayanya tinggi, dan besar. Tapi keberadaan BPJS Kesehatan, Alhamdulillah sangat membantu masyarakat nan istilahnya kekurangan, keadaan ekonomi di masyarakat sini," lanjutnya.
Di kembali roda mobil keliling itu, tersimpan angan ribuan penduduk nan hanya menginginkan satu hal, akses manajemen kesehatan nan mudah, cepat, dan dekat dari rumah. Sebuah jasa nan tidak hanya menjemput bola, tapi juga menjemput asa. (LN/E-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·