Asap di Bandara Internasional Kuwait saat serangan Iran 25 Maret 2026(AFP)
MILITER Kuwait mengonfirmasi bahwa sebuah gedung milik perusahaan asal Tiongkok di wilayah utara negara itu menjadi sasaran serangan Iran pada Kamis (30/7). Serangan tersebut mengakibatkan satu orang tenaga kerja tewas dan menimbulkan kerusakan material nan cukup besar pada bangunan.
Mayor Jenderal Saud Abdulaziz Al Otaibi menyatakan bahwa serangan tersebut menyebabkan kerusakan nan signifikan. Menurutnya, abdi negara berkuasa telah bergerak untuk menangani akibat kejadian sekaligus melakukan langkah-langkah nan diperlukan guna menjaga situasi tetap terkendali.
Melalui pernyataan nan diunggah di platform X, Al Otaibi menegaskan bahwa pemerintah Kuwait bakal bertindak tegas untuk menjaga kedaulatan negara serta memastikan keamanan nasional tetap terpelihara.
"Kuwait menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan efisiensi tinggi, serta mengambil seluruh langkah nan diperlukan guna melindungi kedaulatan tanah air, menjaga keamanan dan stabilitas negara, bekerja sama dengan otoritas terkait, dengan tetap menjamin keselamatan penduduk negara maupun penduduk," kata Al Otaibi dikutip Al Jazeera, Kamis (30/7).
Kuwait merupakan salah satu negara Arab nan ikut terdampak oleh bentrok antara Amerika Serikat dan Iran nan berjalan sejak Februari lalu.
Posisi strategis Kuwait sebagai tuan rumah bagi pangkalan militer Amerika Serikat serta beragam akomodasi pertahanan Washington menjadikannya berada di tengah eskalasi ketegangan kawasan.
Sejak bentrok tersebut meningkat, Iran beberapa kali melancarkan serangan jawaban nan menyasar pangkalan serta akomodasi militer Amerika Serikat nan berada di sejumlah negara Arab.
Serangan terhadap gedung perusahaan asal Tiongkok di Kuwait menjadi salah satu kejadian terbaru nan terjadi di tengah memanasnya situasi keamanan di area Timur Tengah. (H-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·