Shin Tae-yong Disanksi KFA, Manajemen Persija Jakarta Pilih Menunggu Perkembangan

1 jam yang lalu 4
Shin Tae-yong Disanksi KFA, Manajemen Persija Jakarta Pilih Menunggu Perkembangan Persija Jakarta menghormati hukuman KFA terhadap Shin Tae-yong dan tetap memantau perkembangan.(Dok. Persija Jakarta)

PERSIJA Jakarta secara resmi menyatakan sikap menghormati keputusan Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) nan menjatuhkan hukuman kepada pembimbing kepala mereka, Shin Tae-yong. Manajemen klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut memilih untuk memantau perkembangan lebih lanjut sebelum mengambil langkah alias keputusan resmi.

Melalui pernyataan resmi pada Jumat (24/7), Persija menegaskan komitmennya untuk mempelajari seluruh aspek norma dan etika nan berangkaian dengan kasus tersebut. Klub ibu kota ini juga terus menjalin komunikasi intensif dengan pihak-pihak mengenai guna memastikan langkah nan diambil tepat bagi masa depan tim.

"Persija menghormati keputusan nan telah ditetapkan oleh Korea Football Association (KFA) mengenai situasi nan berkembang saat ini," tulis pernyataan resmi klub. Manajemen menambahkan bahwa mereka bakal mempelajari beragam aspek sebelum menentukan sikap final.

Sanksi berat nan diterima Shin Tae-yong merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Pusat Etika Olahraga di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan. Pada Mei lalu, lembaga tersebut menetapkan adanya pelanggaran berat nan dilakukan oleh mantan pembimbing Ulsan HD tersebut, nan kemudian disidangkan oleh Komite Keadilan KFA.

Berdasarkan izin internal KFA, hukuman berat dapat mencakup skorsing keanggotaan hingga maksimal 10 tahun, larangan beraktivitas di bumi sepak bola, hingga balasan seumur hidup. Meskipun balasan ini bertindak di kejuaraan domestik Korea Selatan, status Shin Tae-yong nan baru menandatangani perjanjian tiga tahun dengan Persija pada Juni lampau menjadi sorotan.

Menanggapi situasi ini, Shin Tae-yong mengungkapkan rasa kecewanya dan merasa diperlakukan tidak adil. Namun, pembimbing berumur 55 tahun tersebut memilih untuk menahan diri demi menjaga atmosfer sepak bola dan melindungi para pemainnya.

"Ada banyak perihal nan tidak setara dan saya mau mengungkap kebenarannya. Namun, jika saya maju, murid-murid saya bisa terluka. Saya mencoba menahannya sendiri," ujar Shin Tae-yong sebagaimana dikutip dari Channel A.

Hingga saat ini, Shin Tae-yong mengaku tetap mempertimbangkan matang-matang apakah bakal mengusulkan banding terhadap hukuman tersebut alias tidak. Sementara itu, Persija Jakarta tetap menunggu hasil kajian internal dan perkembangan komunikasi diplomatik olahraga sebelum memberikan pengumuman lanjutan. (Z-10)

Selengkapnya