Siaga 1 Perang AS-Iran Jadi PD 3, Rusia Bom CIA-Inggris Waspada 24 Jam

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Timur Tengah tetap terus memanas. Dalam pembaruan terbaru, Amerika Serikat (AS) dilaporkan kembali meluncurkan serangan ke Iran.

Presiden AS Donald Trump pun sesumbar bakal menyerang golongan Houthi di Yaman. Harga minyak pun sekarang menembus US$ 100 per barel seiring eskalasi nan kian mengkhawatirkan.

Lalu gimana updatenya, Jumat (24/7/2026). Berikut rangkuman CNBC Indonesia dari sejumlah sumber.

1.Gelombang Serangan ke-13 AS di Iran

Militer AS melancarkan serangan terbaru ke Iran. Dalam pernyataan Jumat pagi di X, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan gelombang "serangan ke-13" sudah diluncurkan ke Iran.

"Ini adalah malam ke-13 berturut-turut serangan nan bermaksud untuk meminta pertanggungjawaban Iran dan mengurangi ancaman dari Korps Garda Revolusi Islam terhadap pelayaran komersial," tulis militer AS tersebut.

Serangan dilancarkan usai Trump memberi sinyal bahwa dia belum siap untuk menegosiasikan gencatan senjata baru dengan Iran. Di mana dia mengatakan, AS-Iran memerlukan lebih banyak perihal nan sama" setelah serangan udara selama beberapa hari berturut-turut".

2.Ledakan di Iran

Kantor buletin Fars Iran melaporkan bahwa beberapa ledakan telah terdengar di ibu kota provinsi Khuzestan, Ahvaz. Namun sayangnya, hingga buletin diturunkan, letak dan asal ledakan nan tepat saat ini belum diketahui.

Meski begitu, merujuk Al-Jazeera, dilaporkan pula terjadi ledakan di Pulau Qeshm. Kantor buletin semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan dua ledakan di dekat desa Mosan di pulau nan terletak di dekat Selat Hormuz tersebut.

Tasnim mengaitkan ledakan tersebut dengan serangan rudal AS. tetapi laporan ini belum dikonfirmasi.

3.Trump: Kerusakan Kapal-Kapal Akan Dibayar Iran

Sementara itu, Trump sesumbar bahwa setiap kerusakan nan terjadi pada kapal dan kargo nan melintasi di Laut Timur Tengah bakal dibayar oleh duit Iran. Postingan ini muncul usai Houthi, golongan pro Iran di Yaman, menargetkan sejumlah kapal Arab Saudi di Laut Merah, seiring ketegangan keduanya.

"Kerusakan ini mungkin sangat besar, namun demikian, ini adalah perihal nan setara dan wajar untuk dilakukan," kata Trump dalam postingan Truth Social.

4.Minyak 'Meledak' Tembus US$ 100 per Barel

Harga minyak melonjak pada hari Kamis apalagi melonjak hingga US$ 100 per barel untuk pertama kalinya dalam dua bulan. Konflik nan meluas di Timur Tengah, di sekitar Selat Hormuz dan pintu masuk Laut Merah ialah Selat Bab al-Mandeb, meningkatkan kekhawatiran tentang inflasi dan volatilitas di pasar dunia menjadi penyebab.

Secara rinci, minyak mentah Brent, patokan minyak global, naik sekitar 7% menjadi US$100,69 per barel. Ini adalah penutupan tertinggi Brent sejak 22 Mei.

WTI, patokan AS, naik 6,17%, menjadi $92,19 per barel. Ini adalah penutupan tertinggi WTI sejak 4 Juni.

5.Imbal Hasil AS Lompat ke Level Tertinggi & Wall Street Anjlok

Kenaikan nilai minyak telah mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun naik ke level tertinggi sejak Januari 2025.

Wall Street juga mencatat penurunan. Indeks Dow Jones turun 550 poin (lebih dari 1%), S&P 500 turun 1,4%, dan Nasdaq Composite ambruk 2,5%.

6.Gencatan Senjata

Trump memberi isyarat bahwa dia belum siap untuk merundingkan gencatan senjata baru dengan Iran. Mengutip CNN International, oa mengatakan bahwa "mereka memerlukan lebih banyak perihal nan sama" setelah serangan udara beberapa hari berturut-turut.

"Kami melakukannya dengan sangat baik melawan Partai Republik Islam Iran, kami melakukannya dengan sangat baik," kata Trump di "acara AS.

"Mereka mau melakukan sesuatu, tapi menurut saya mereka belum siap. Mereka memerlukan lebih banyak perihal nan sama," katanya.

Trump menambahkan bahwa para pemimpin Iran "memiliki niat jahat". Ia pun kembali berjanji bahwa negara tersebut "tidak bakal diizinkan mempunyai senjata nuklir".

7.Rusia "Dibalik" Serangan Drone Situs CIA

Intelijen AS sedang menyelidiki apakah Rusia membantu Iran menemukan dan menyerang akomodasi CIA di Teluk, termasuk kedutaan AS di Arab Saudi. Sebagaimana dimuat Reuters kecurigaan muncul seiring ketepatan serangan pesawat tak berawak (drone) Iran baru-baru ini, nan diduga ada tadanya support dari luar.

Analis Pusat Penelitian Internasional Sciences Po, Nicole Grajewski, menyebut keterlibatan Rusia sebagai teori nan "realistis". Ia menyatakan bahwa Iran tidak mempunyai keahlian satelit seperti Rusia.

Rusia juga dituduh memasok drone Iran dengan sistem anti-jamming. Namun sejauh ini Moskow membantahnya.

Grajewski mengatakan support Rusia memberi Iran "keunggulan" tetapi bukan pendorong utama perang, merujuk pada keahlian drone dan rudal Iran sendiri. Perlu diketahui, laporan tersebut muncul ketika Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio berjumpa dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov di Manila pada hari Kamis, secara resmi untuk membahas Ukraina.

8.Inggris Waspada 24 Jam 

Inggris mengatakan angkatan bersenjatanya siap melindungi negaranya dari serangan apa pun. Hal ini terjadi setelah Iran mengeluarkan peringatan ke negeri itu setelah pesawat pengebom AS terbang dari pangkalan Inggris.

"Angkatan Bersenjata kami siap menjaga keamanan Inggris dari segala jenis serangan, baik nan berasal dari dalam negeri kami alias dari luar negeri. Inggris ⁠siap 24/7 untuk mempertahankan diri," kata ahli bicara pemerintah Inggris.

Iran menakut-nakuti bakal menargetkan RAF Fairford dengan mengatakan pangkalan apa pun nan digunakan untuk melancarkan serangan ke wilayah Iran bakal dianggap sebagai "target nan sah". RAF Fairford adalah pangkalan militer kerajaan nan berada 130 kilometer (km) barat daya London.

Dalam sebuah pernyataan nan disiarkan oleh instansi buletin semi-resmi Tasnim, Korps Garda Revolusi Islam menyatakan AS telah kembali menggunakan pesawat pengebom jarak jauh B-1 dalam misi serangan nan terbang dari Fairford. Axios melaporkan militer AS menggunakan B-1 pada hari Selasa untuk menyerang sasaran IRGC di Iran.

RAF Fairford di Gloucestershire telah berfaedah sebagai pangkalan operasi garis depan bagi pembom strategis AS dan pesawat lainnya selama perang dengan Iran. B-1 Lancer mulai tiba di sana pada awal Maret, diikuti oleh B-52 Stratofortresses, dan kedua jenis pesawat tersebut telah melakukan misi melawan Iran dari pangkalan tersebut.

Pangkalan tersebut berjarak sekitar 2.800 mil dari Teheran. Tidak jelas apakah Iran mempunyai keahlian untuk melakukan serangan presisi pada jarak jauh.

Sebenarnya, Iran menunjukkan keahlian jarak jauh ketika menembakkan setidaknya dua rudal ke arah Diego Garcia pada bulan Maret. Namun sayangnya, serangan tidak mencapai pangkalan campuran AS-Inggris di Samudera Hindia.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya