Soroti Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online

5 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

loading...

Hasil survei dari IndexMundi Global Surveys belakangan ini memicu perbincangan publik setelah menempatkan Polri dalam posisi tertinggi sebagai lembaga nan dipersepsikan paling korup di Asia Tenggara. Foto/SindoNews

JAKARTA - Hasil survei dari IndexMundi Global Surveys belakangan ini memicu perbincangan publik setelah menempatkan Polri dalam posisi tertinggi sebagai lembaga nan dipersepsikan paling korup di Asia Tenggara. Namun, rilis info tersebut dinilai memerlukan catatan kritis dari perspektif pandang akademis lantaran pedoman pengumpulan datanya nan dinilai lemah secara ilmiah.

Founder sekaligus Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menegaskan kritik utama bukan tertuju pada objek nan dinilai, melainkan pada validitas metodologi riset tersebut. Menurutnya, kegagalan metodologis membikin konklusi akhir dari survei itu tidak dapat dipertanggungjawabkan secara statistik.

"Kelemahan utama metodologi IndexMundi Global Surveys terletak pada penggunaan survei online terbuka (open web-based polling) tanpa kontrol sampel nan ketat," ujar Burhanuddin saat dihubungi wartawan, Senin (6/7/2026).

Baca juga: Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial nan Harus Diperkuat

Guru Besar Ilmu Politik UIN Jakarta itu menjabarkan, bahwa model pengumpulan info random di internet tidak mencerminkan realitas populasi nan sebenarnya. "Data nan dihasilkan mencerminkan persepsi subjektif pengguna internet, bukan info statistik empiris nan terverifikasi secara ilmiah," lanjutnya.

Selengkapnya