Strategi ESG PT IMIP Menjawab Challenge Pasar Global dan Regulasi Uni Eropa

2 jam yang lalu 5
Strategi ESG PT IMIP Menjawab Challenge Pasar Global dan Regulasi Uni Eropa IMIP mengoperasikan klaster industri stainless steel, carbon steel, dan baterai kendaraan listrik nan saling terintegrasi.(Dok.Istimewa)

BAGI PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), pengelola area industri terintegrasi berbasis nikel, Environmental, Social, and Governance (ESG) bukan sekadar jargon, melainkan strategi inti bisnis. 

Di atas lahan seluas sekitar 4.000 hektare di Morowali, Sulawesi Tengah, IMIP mengoperasikan klaster industri stainless steel, carbon steel, dan baterai kendaraan listrik nan saling terintegrasi.

Model ini memungkinkan limbah dari satu lini produksi diolah menjadi bahan baku bagi lini lain, sembari memastikan efisiensi daya dan pemantauan lingkungan dijalankan secara terpusat.

"Sejak tahun 2024, IMIP telah mengaplikasikan kerangka kerja ESG sebagai komitmen nyata perusahaan dalam penerapan standar tata kelola nan transparan, bertanggung jawab, dan aman," ujar Deputi Direktur Operasional PT IMIP, Yulius Susanto, Kamis (23/7).

Menurutnya, ESG bukan sekadar pemenuhan kepatuhan, melainkan arah strategis bagi seluruh departemen dan tenant untuk membangun serta menjaga kepercayaan publik.

Komitmen tersebut ditopang oleh struktur tata kelola nan kokoh, meliputi ESG Committee, ESG Office, hingga ESG Team di setiap tenant, dengan pembagian peran presisi nan memastikan tidak ada celah tanggung jawab. 

Seluruh implementasinya melangkah melalui ESG Management System berbasis siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA), nan diselaraskan secara konsisten dengan roadmap ESG perusahaan hingga 2030.

DORONG TRANSISI
Di sektor energi, IMIP terus mendorong transisi menuju sumber daya nan lebih bersih secara terukur. Hingga akhir 2025, area ini telah mengoperasikan 502 unit kendaraan listrik, termasuk dump truck dan beragam perangkat berat. 

Pada Mei 2026, IMIP memperkuat komitmen tersebut dengan menambah 207 unit bus listrik sebagai moda transportasi utama karyawan. 

Proyek daya terbarukan pun terus digenjot, di antaranya pembangunan PLTS berkapasitas 200 MWp nan ditargetkan beraksi pada 2027, serta optimasi waste heat power generation, tenaga air, dan biomassa.

Langkah dekarbonisasi juga diterapkan secara ketat dari sisi pasokan bahan baku. Head of Environment Department PT IMIP, Yundi Sobur, menjelaskan bahwa IMIP menetapkan kualifikasi pengadaan baja daur ulang (scrap steel) guna menekan emisi karbon. 

"Upaya ini meliputi pemanfaatan battery energy storage system, belt conveyor, slurry pipeline, serta pengembangan sumber daya ramah lingkungan," jelasnya, menggambarkan pendekatan holistik nan memadukan penemuan teknologi, efisiensi energi, transportasi rendah karbon, dan ekonomi sirkular.

Prinsip ekonomi sirkular ini turut diterapkan dalam pengelolaan limbah dan air. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) beraksi aktif di tingkat area maupun tenant, disokong oleh Sistem Pemantauan Air Limbah Secara Terus-Menerus (SPARING) nan terintegrasi langsung dengan platform Kementerian Lingkungan Hidup.

Hasilnya, kualitas air dapat dipantau secara transparan dan real-time. Pada periode Januari–Mei 2026, IMIP mencatat pemanfaatan limbah organik dan anorganik mencapai 30,8 ton alias 5,6% dari total 549 ton timbulan limbah dengan komposisi 74,68% organik, 10,26% anorganik, dan 15,06% residu.

ASPEK SOSIAL
Aspek sosial tak luput dari perhatian melalui beragam program kemasyarakatan nan berakibat nyata. Mulai dari penyediaan jasa kesehatan gratis, aktivitas donor darah rutin hingga empat kali setahun di dalam dan luar kawasan, hingga edukasi pencegahan kebakaran serta keamanan instalasi listrik rumah tangga nan telah menjangkau puluhan desa dan ribuan warga. 

"Kami memberikan akomodasi APAR cuma-cuma di kantor-kantor desa, serta menyediakan jasa mobil Damkar dan ambulans untuk respons sigap jika terjadi bencana," kata Head of Department OHS PT IMIP, Johny Semuel. 

Komitmen ESG ini menjadi kian krusial seiring diberlakukannya Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) oleh Uni Eropa sejak Januari 2026, nan memperketat uji tuntas lingkungan serta Hak Asasi Manusia (HAM) bagi industri penyokong pasar ekspor utama. 

Guna menjawab tantangan dunia tersebut, IMIP menyusun laporan ESG secara komprehensif berpatokan pada standar internasional seperti GRI, ISSB, Responsible Minerals Initiative (RMI), OECD Due Diligence Guidance, ISO 14064, ISO 14067, ISO 50001, hingga prinsip-prinsip PBB dan ILO, sekaligus mengembangkan Responsible Supply Chain Due Diligence System di seluruh rantai nilai.

Manajemen menyadari bahwa transformasi menuju ekonomi rendah karbon memerlukan investasi sumber daya nan besar dan penyesuaian operasional nan tidak sedikit. 

Karena itu, roadmap ESG IMIP difokuskan pada penguatan fondasi program CSR, riset dan pemetaan sosial nan mendalam, penyelarasan dengan arah pembangunan daerah, serta penguatan kapabilitas sosial dan ekosistem lokal. 

"Pada 2030, kami menargetkan terciptanya masyarakat nan handal dan berkekuatan saing di tengah ekosistem sosial dan lingkungan nan lestari," ungkap Yulius optimis.

Sebagai simpul krusial dalam rantai pasok dunia industri baterai kendaraan listrik, IMIP terus memperkuat pengelolaan info ESG melalui sistem ketertelusuran (traceability) nan selaras dengan standar global. 

Lebih dari sekadar gambaran keberhasilan hilirisasi nasional, IMIP sekarang menjadi pembuktian nyata sejauh mana industri skala besar Indonesia bisa menjawab tantangan dunia nan kompleks, tetap kompetitif, dan diterima secara luas dalam rantai pasok dunia. (E-2)

Selengkapnya