ARTICLE AD BOX
Merauke, CNBC Indonesia - Papua selama ini lekat dengan sagu sebagai salah satu sumber karbohidrat utama masyarakat. Namun sekarang Merauke menjadi pusat program cetak sawah padi han itu terlihat dari besarnya porsi proyek pertanian nan masuk ke Merauke.
Dalam aktivitas Tanam Padi Bersama di Distrik Semangga, Merauke, Papua Selatan, Sabtu (4/7/2026), Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengungkapkan, dari total 84 ribu hektare cetak sawah nan sudah dilakukan di seluruh Tanah Papua, sebanyak 48 ribu hektare berada di Kabupaten Merauke. Artinya, lebih dari separuh program cetak sawah di Papua saat ini terpusat di wilayah tersebut.
"Ternyata dari 84 ribu hektare cetak sawah nan sudah dilakukan di seluruh tanah Papua, itu rupanya 48 ribu hektarnya ada di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan," kata Apolo, dikutip Senin (6/7/2026).
Tak hanya cetak sawah, konsentrasi program di Merauke juga terlihat dari penyelenggaraan optimasi lahan alias oplah. Dari total 54 ribu hektare oplah nan dijalankan di seluruh Tanah Papua sepanjang 2024 hingga 2026, sebanyak 53 ribu hektare di antaranya berada di Kabupaten Merauke.
"Jadi lebih dari 50 persen cetak sawah nan dilakukan di seluruh tanah Papua, itu ada di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Itu untuk cetak sawah," bebernya.
"Sedangkan untuk optimasi lahan alias oplah, nan dilakukan sejak tahun 2024, 2025, dan 2026 di seluruh tanah Papua, itu jumlahnya 54 ribu hektare. Dan rupanya dari 54 ribu hektare tersebut, 53 ribu hektarnya ada di Kabupaten Merauke, di Provinsi Papua Selatan," sambung dia.
Menurut Apolo, nomor itu menunjukkan Merauke sekarang menjadi titik utama pengembangan produksi pangan di Papua. "Jadi nyaris 99 persen program optimasi lahan alias oplah di tanah Papua, itu berada di Kabupaten Merauke," lanjutnya.
Besarnya perhatian pemerintah pusat ke Merauke, kata dia, diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat produksi pangan, bukan hanya untuk Papua Selatan, tetapi juga untuk area Papua secara lebih luas.
"Mudah-mudahan dengan perhatian pemerintah dan negara kepada Provinsi Papua Selatan, secara unik di Kabupaten Merauke, bakal memberikan faedah nan optimal bagi pertumbuhan ekonomi, terutama bagi produksi pangan. Bahkan kita bisa menjadi pengekspor beras di wilayah Papua, maupun di wilayah Indonesia di masa nan bakal datang," kata Apolo.
Senada, Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengatakan kabupatennya memang mempunyai ruang besar untuk ekspansi pertanian. Dari total 4,6 juta hektare wilayah nan dimiliki Merauke, sekitar 1,2 juta hektare di antaranya bakal diusahakan menjadi lahan pertanian produktif.
"Secara unik di bagian pertanian, berasas data-data nan kami miliki, lahan pertanian kita di Kabupaten Merauke sangat luas. Dari 4,6 juta hektar nan kami miliki, 1,2 juta hektar bakal diusahakan untuk lahan pertanian nan produktif," ucap Yoseph dalam kesempatan nan sama.
Ia menjelaskan, program cetak sawah rakyat dan optimasi lahan nan mulai digarap sejak tahun lampau sekarang sudah masuk tahap tanam. Dari total 17 ribu hektare lahan nan dikerjakan, sebanyak 3 ribu hektare di antaranya sudah ditanami pada tahun lalu. Tahun ini, luas tambah tanam dan produksi padi ditargetkan kembali meningkat.
Menurut Yoseph, saat ini ada 12 distrik alias kecamatan di Merauke nan sedang menjalankan program cetak sawah rakyat dan optimasi lahan. Dengan tambahan areal tanam itu, produksi pertanian Merauke diproyeksikan melonjak tajam.
"Ada 12 distrik alias kecamatan di Kabupaten Merauke nan saat ini sedang melaksanakan cetak sawah rakyat, juga optimasi lahan, sehingga jika kita kalkulasi, maka produksi pertanian kita di Kabupaten Merauke bakal meningkat, bukan hanya 100%, tetapi hingga 300%," katanya.
Ia menegaskan, pemerintah wilayah mau menjadikan Merauke sebagai lumbung pangan di area timur Indonesia. Untuk menopang sasaran tersebut, Pemkab Merauke juga mengusulkan tambahan akomodasi pascapanen seperti rice milling unit (RMU) dan dryer agar peningkatan produksi diikuti kualitas hasil panen nan lebih baik.
"Kita bakal melaksanakan secara kontinu program ini untuk kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, tetapi juga untuk mencapai sasaran pemerintah Republik Indonesia, menjadikan Merauke sebagai lumbung pangan di area timur Indonesia," ujar dia.
Petani di Kampung Candra Jaya, Distrik Kurik, Merauke, Papua Selatan. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Petani di Kampung Candra Jaya, Distrik Kurik, Merauke, Papua Selatan. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
(dce)
Addsource on Google

15 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·