Pendiri One Piece Hair Studio, Hisato Suzuki.(MI/HO)
INDUSTRI salon rambut di Indonesia terus menunjukkan dinamika tinggi dengan bermunculannya pemain baru nan menawarkan beragam konsep. Di tengah persaingan nan kian kompetitif, One Piece Hair Studio sukses membuktikan eksistensinya dengan merayakan hari jadi nan ke-16.
Pendiri One Piece Hair Studio, Hisato Suzuki, mengungkapkan bahwa kunci keberlanjutan bisnisnya tidak hanya terletak pada keahlian mengikuti tren rambut terbaru. Menurutnya, pemahaman mendalam terhadap karakter pengguna dan investasi pada sumber daya manusia (SDM) menjadi fondasi utama perusahaan.
“Kalau semua pengguna diberi style rambut nan sedang tren, belum tentu cocok. Kami kudu memahami profesi, style hidup, hingga kepribadian mereka. Pendekatannya tentu berbeda antara seorang bankir, CEO, alias anak muda nan mau tampil berani,” ujar Hisato dalam seremoni ulang tahun ke-16 One Piece Hair Studio di Jakarta, Sabtu (25/7).
Adaptasi Tren dan Karakter Pasar
Hisato mencermati adanya pergeseran signifikan dalam industri estetika tanah air. Jika 16 tahun lampau pasar didominasi oleh permintaan rambut hitam alami dan pelurusan, sekarang generasi muda lebih berani bereksperimen dengan teknik pewarnaan nan kompleks.
Meski demikian, dia menegaskan bahwa tren dunia dari Jepang, Korea Selatan, hingga Eropa tidak bisa ditelan mentah-mentah. Faktor budaya dan lingkungan kerja di Indonesia tetap menjadi pertimbangan utama sebelum sebuah style diperkenalkan kepada pelanggan.
| Preferensi Warna | Hitam Alami | Eksperimen Warna & Teknik Pewarnaan |
| Layanan Utama | Perawatan Pelurusan | Analisis Struktur Wajah & Karakter |
| Pendekatan Gaya | Keseragaman Tren | Personalisasi (Profesi & Gaya Hidup) |
Membangun SDM dari Nol
Salah satu strategi pembeda One Piece Hair Studio adalah sistem rekrutmen dan pelatihan. Alih-alih mengambil tenaga mahir instan, perusahaan memilih membina penata rambut (stylist) sejak awal untuk memastikan standar teknik dan budaya pelayanan nan seragam.
“Kami membangun stylist dari nol. Mereka belajar menganalisis kondisi rambut, struktur wajah, hingga arah tumbuh rambut. Ini nan menjadi kekuatan kami dalam menghadapi perubahan preferensi konsumen lintas generasi, termasuk Gen Z,” tambah Hisato.
Menghadapi Tantangan Ekonomi
Terkait kondisi pasar, Hisato mengakui adanya tantangan berupa perlambatan ekonomi nan sempat memengaruhi permintaan pada awal tahun hingga Maret 2026. Ia menilai masyarakat condong memprioritaskan kebutuhan pokok saat daya beli melemah.
Menyikapi perihal tersebut, One Piece Hair Studio memilih untuk tidak terburu-buru melakukan ekspansi cabang. Fokus saat ini diarahkan pada penguatan kualitas jasa di titik-titik nan sudah ada.
| Kemang Village | Jakarta Selatan, Indonesia |
| Central Park | Jakarta Barat, Indonesia |
| Kelapa Gading | Jakarta Utara, Indonesia |
| Kagoshima | Jepang |
Momentum 16 tahun ini dirayakan dengan memberikan apresiasi kepada pengguna setia melalui konsultasi rambut premium dan edukasi kesehatan rambut. Bagi Hisato, konsistensi dalam menjaga kualitas jasa dan penyesuaian terhadap perilaku konsumen adalah fondasi utama agar bisnis jasa tetap relevan di masa depan. (Z-1)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·