Waspada, Gelombang Tinggi, Rob dan Angin Kencang Berlangsung di Jawa Tengah Minggu 26 Juli 2026

1 jam yang lalu 3
Waspada, Gelombang Tinggi, Rob dan Angin Kencang Berlangsung  di Jawa Tengah Minggu 26 Juli 2026 Ilustrasi(Dok Istimewa)

GELOMBANG tinggi 1,25-2,5 meter dan air laut pasang (rob) berjalan di Jawa Tengah Minggu (26/7), penduduk dan nelayan beraktivitas di area pesisir maupun laut mulai terganggu akibat kondisi di perairan tersebut. 

Pemantauan Media Indonesia Minggu (26/7) ribuan nelayan di sejumlah wilayah di pantura Jawa Tengah kembali meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di perairan, apalagi sebagian besar memilih untuk berakhir melaut lantaran gelombang tinggi  terjadi di area perairan dari mulai Brebes hingga Rembang. 

Selain itu penduduk di pesisir sejumlah wilayah di pantura juga kembali siaga banjir akibat air laut pasang (rob) dengan ketinggian maksimum 1 meter nan berjalan pukul 05.00-10.00 WIB, apalagi aktivitas juga mulai terganggu lantaran banjir terseytidak hanya merendam puluhan desa juga letak perekonomian. 

"Rob kembali datang merendam jalan  sejak pagi, kami kesulitan untuk berangkat ke pasar dan ke tempat pelelangan ikan, " kata Akhadun (45) penduduk Wedung, Kabupaten Demak. 

Hal serupa juga di ungkapan Suryani (50) penduduk Tayu, Kabupaten Pati nan kembali merasa cemas banjir akivat air laut pasang kembali tinggi, kerena perbaikan tanggul laut nan jebol belum selesai bakal menjadikan banjir rob kembali naik merendam desa dan area pertambakan hingga bakal merugikan petani tambak. 

Sementara itu Wantoro, nelayan di Wonokerto, Kabupaten Pekalongan mengaku terpaksa berakhir melaut lantaran gelombang tinggi kembali berlangsung, demikian diungkapkan nelayan lain di Bandengan Jepara bahwa gelombang tinggi di atas 1,25 meter cukup menyulitkan petani saat jenabghap ikan. "Kami dengan perahu mini tdak hanta susah cari ikan, tetapi juga cemas kecelakaan, " imbuhnya. 

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Lessy Andari membenarkan kondisi tersebut, bahwa mulai Minggu (26/7) awal hari air laut pasangan di Perairan Utara Jawa Tengah kembali naik, sehingga diminta penduduk beradaptasi di kawasan pesisir sejumlah wilayah di pantura untuk waspada dan siaga. 

Selain air laut pasang, lanjut Lessy Andari, gelombang tinggi 1,25-2,5 meter juga berjalan di seluruh perairan utara ialah Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak, Jepara, Karimunjawa dan Pati-Rembang, perihal ini cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran seperti kapal nelayan, tongkang, peralatan dan penumpang terutama saat kecepatan angin diatas 15 knot. 

"Waspadai gejolak gelombang tinggi dan rob di perairan Minggu (26/7), lantaran bakal menggangu aktivitas penduduk di pantura, kondisi ini juga berjalan di perairan selatan Jawa Tengah, " ujarnya. 

Cuaca Cerah

Meskipun kondisi perairan utara dan selatan Jawa Tengah bergejolak, namun cuaca di beragam wilayah di provinsi ini pada umumnya cerah berawan dan berawan sepanjang hari, tidak ada tanda-tanda turun hujan baik di area pegunungan, dataran tinggi maupun di dataran rendah. 

"Selsin kekurangan air (kekerinfan), waspadai kebakaran rimba dan lahan (karhutla) akibat tandus ini, lantaran banyak pohon dan tanaman kering dan mudah terbakar saat terkena percikan api, " kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Winda Ratri Minggu (26/7). 

Selain suhu udara terasa lebih dingin di area pegunungan dan dataran tinggi, ungkap Winda Ratri, juga diminta penduduk untuk waspada dengan  angin kencang  yang berjalan di sejumlah wilayah terutama di bagian selatan Jawa Tengah seperti Cilacap, Kebumen, Purworejo dan Wonogiri. 

Menurut Winda Ratri suhu panas panas dan gerah pada siang hari cukup terasa di dataran rendah, angin bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 5-35 kilometer per jam, suhu udara berkisar 16-34 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 45-95 persetujuan. 

Selengkapnya