Artika Sari Devi(Instagram @artikasaridevi)
PUTERI Indonesia 2004, Artika Sari Devi, menekankan bahwa pembentukan karakter merupakan aspek esensial nan kudu diperhatikan dalam pendidikan anak, melampaui sekadar pencapaian akademik.
Menurutnya, diperlukan kerjasama nan kuat antara orangtua dan sekolah untuk memastikan tumbuh kembang anak melangkah secara menyeluruh.
"Anak-anak bukan hanya belajar menghargai dirinya sendiri, tetapi juga menghargai orang lain. Empati menjadi nilai nan kami cari," ujar Artika dalam aktivitas peluncuran identitas baru Veritas Intercultural School (VIS) nan bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional di Jakarta, Kamis (23/7).
Bintang movie Dia Bukan Ibu ini beranggapan bahwa keterlibatan sekolah dalam mendampingi perkembangan setiap perseorangan membikin orangtua tidak lagi sekadar "menitipkan" anak.
Sebaliknya, orangtua menjadi bagian integral dari proses pendidikan tersebut. Ia juga mendorong sekolah untuk memberikan ruang bagi anak dalam mengeksplorasi potensi sesuai minat masing-masing.
Artika menceritakan pengalaman pribadinya di mana salah satu anaknya mendapatkan support penuh dari sekolah saat menekuni olahraga anggar hingga menjadi atlet, tanpa kudu mengabaikan tanggungjawab pembelajaran di kelas.
"Anak itu mempunyai kepintaran nan beragam. Tidak hanya akademik, tetapi juga seni, olahraga, bahasa, dan bagian lainnya. Itu nan kami hargai dari sekolah," tambahnya.
Tantangan Generasi Alpha
Menghadapi era digital, Artika mengakui bahwa pola pengasuhan Generasi Alpha mempunyai tantangan tersendiri lantaran mereka tumbuh berdampingan dengan teknologi. Ia menyarankan agar orangtua berkedudukan sebagai pendengar nan baik sekaligus tetap menetapkan batas nan jelas dalam penggunaan perangkat digital.
Senada dengan perihal tersebut, Kepala Veritas Intercultural School, Lauren Sarinah, menyatakan bahwa kegunaan sekolah sekarang telah berkembang. Sekolah tidak hanya bekerja memberikan materi akademik, tetapi juga mempersiapkan anak menghadapi realitas kehidupan melalui penguatan karakter, keahlian berpikir kritis, komunikasi, serta kolaborasi.
"Harapannya kami bisa bekerja sama dengan orangtua untuk menyukseskan anak-anak, bukan hanya sukses di akademik, tetapi juga sukses dalam kehidupannya," kata Lauren. (Ant/Z-1)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·