Presiden Prabowo Subianto menghadiri Harlah ke-28 PKB di Jakarta Convention Center, Kamis (23/7)(Antara Foto)
PRESIDEN Prabowo Subianto menyinggung soal tingginya kebocoran anggaran negara. Berdasarkan kalkulasi pemerintah, potensi kebocoran tersebut menurutnya mencapai lebih dari Rp1.000 triliun. Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Puncak Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Kamis (23/7) malam.
Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung penilaian sejumlah master ekonomi nan menyebut ekonomi Indonesia belum efisien. Menurutnya, ukuran tersebut tercermin dari nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia nan berada di nomor 6,5.
Prabowo menjelaskan, ICOR menggambarkan besarnya modal nan kudu dikeluarkan untuk menghasilkan tambahan output ekonomi. Semakin tinggi angkanya, semakin rendah tingkat efisiensi suatu negara.
"ICOR, artinya bahasa sononya adalah Incremental Capital Output Ratio. Artinya jika kita mau nambah kaya 1 dolar alias 1 rupiah, kita kudu keluarkan 6,5. Kalau negara lain mereka bisa dapat 1 dolar, mereka hanya keluarkan 4 dolar. Selisih 2 dolar. Dua per enam, sepertiga. Ini artinya 30 persen kekayaan kita bocor," ujarnya.
Menurut Prabowo, andaikan dikaitkan dengan besarnya anggaran negara nan mencapai sekitar US$270 miliar alias setara Rp3.700 triliun, maka kebocoran sebesar 30% berfaedah nilai nan lenyap mencapai lebih dari Rp1.000 triliun.
"Anggaran negara adalah 270 miliar dolar, Rp3.700 triliun kurang lebih. Jadi jika 30 persen bocor, artinya lebih Rp1.000 triliun bocor. Ini sedang saya hentikan," katanya.
Ia menegaskan pemerintah tengah berupaya menutup beragam celah nan selama ini menyebabkan kebocoran anggaran. Salah satunya melalui pembenahan sistem pengadaan peralatan dan jasa pemerintah nan dinilai kerap diwarnai praktik penggelembungan harga.
"Saya mau tutup ini asal-asalan dari banyak pihak. Ya kita kudu introspeksi. Kita sudah tahu, ibu-ibu, bapak-bapak, walaupun di wilayah semua sudah tahu apa nan terjadi. Setiap pembelian dari lembaga pemerintah selama ini pasti harganya digelembungkan. Kadang-kadang digelembungkannya gila-gilaan. Ini sedang kita hentikan," ujarnya.
Prabowo menyatakan langkah efisiensi tersebut mulai menunjukkan hasil. Dalam beberapa bulan pertama pemerintahannya, pemerintah disebut sukses menghemat anggaran hingga Rp300 triliun.
Dana hasil penghematan itu, kata dia, dialokasikan untuk mendukung sejumlah program prioritas, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan prasarana dasar, hingga rehabilitasi sekolah.
"Ini nan kita irit dari beberapa bulan pertama pemerintah nan kita pimpin. Kita bisa irit Rp300 triliun. Ini nan kita gunakan untuk MBG. Ini nan kita gunakan untuk jembatan tadi nan disebut. Lima ribu jembatan kita bangun sampai Desember 2026," kata Prabowo.
Selain itu, sambung dia, pemerintah juga mempercepat pembaharuan sekolah nan selama bertahun-tahun tidak mendapatkan perbaikan.
"Sekolah-sekolah roboh, roboh. Sampai akhir tahun saya instruksikan 100 ribu sekolah nan sekian belas tahun tidak disentuh," kata Prabowo.
Di sisi lain, Prabowo menyinggung pemberitaan media nan menurutnya lebih banyak menyoroti kekurangan pemerintah daripada hasil pembangunan nan telah dilakukan.
"Ada juga media-media, walaupun kita sudah perbaiki 27 ribu sekolah, dia cari sekolah nan belum diperbaiki, dia taruh di laman pertama. Dia kira kita enggak ngerti. Saya enggak sebutlah media mana. Pada saatnya saya sebut. Kalian sudah tahulah," ujarnya.
Meski demikian, Prabowo menegaskan pemerintah tetap menghormati kebebasan beranggapan dan tidak menolak kritik.
"Kita negara demokrasi. Kita tidak anti kritik. Tapi kita bukan anak kecil. Kita tahu ada orang-orang Indonesia nan senang mengabdi dan berkhidmat kepada bangsa lain," cetusnya. (H-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·