Pramono Minta Maaf Terlambat Tahu SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Roboh

1 jam yang lalu 2
Pramono Minta Maaf Terlambat Tahu SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Roboh GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung.(Dok. MI)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung meminta maaf kepada masyarakat lantaran baru menyadari ada sekolah nan terbengkalai sejak 2024 di Jakarta Selatan. Ia mengaku baru menyadari ada laporan tentang sekolah nan terbengkalai dari video viral di sosial media. Setelah mendapatkan penjelasan dari Dinas Pendidikan, baru diketahui bahwa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 memang bakal direnovasi namun tertunda.

“Saya memang dalam mengomunikasikan tidak mau menyembunyikan apa pun. Sehingga buat saya juga bakal menjadi enteng,” ujarnya usai meninjau langsung SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, Jumat (24/7).

“Maka begitu ada ini, kan saya bilang saya baru pertama kali tahu dan saya minta maaf untuk itu,” sambung Pramono.

Pramono mengatakan, dirinya sigap mengambil keputusan dan anggaran untuk membangun dan rehab sekolah-sekolah nan rusak ini menggunakan skema APBD dan biaya Koefisien Lantai Bangunan (KLB) 

“Artinya Pemerintah DKI Jakarta dalam konteks ini mengambil langkah nan cepat.
Dan jika menunggu anggaran APBD kan kudu tahun depan,” bebernya.

“Sehingga kami memutuskan sebagian kita mulai dari KLB sehingga ada nan perlu digeser dan gimana kelak saya nan bakal memutuskan untuk itu,” pungkasnya.

Renovasi 22 Sekolah Tertunda

Pramono mengungkap pihaknya menunda pembaharuan total 22 sekolah pada tahun ini akibat pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dan kebijakan efisiensi anggaran. Dari 22 sekolah, hanya 7 sekolah nan bisa dianggarkan untuk renovasi.

"Dari 22 nan direncanakan untuk dibangun di tahun 2026 ini, hanya 7 nan kemudian sudah teralokasi anggarannya. Kenapa terjadi ini? Karena ada pemotongan DBH, efisiensi, dan sebagainya. Sehingga dari 22 itu hanya 7 nan kemudian sudah bakal segera dilakukan pembangunan," kata Pramono.

Pemprov DKI kemudian memutuskan menambah 4 sekolah nan diprioritaskan untuk segera dibangun lantaran kondisinya dinilai sudah sangat memprihatinkan.

Empat sekolah tersebut ialah SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dengan anggaran Rp48,1 miliar, SMAN 102 Jakarta sebesar Rp67,5 miliar, SDN Cempaka Putih Barat 03 senilai Rp48,4 miliar, serta SDN Papanggo 01 dan TKN Papanggo 01 dengan total anggaran Rp74,1 miliar. Total anggaran untuk 4 proyek tersebut mencapai sekitar Rp249 miliar.

Ia menjelaskan pembangunan 4 sekolah itu berasal dari campuran biaya KLB dan APBD Perubahan. 

"Kalau menunggu anggaran APBD kan kudu tahun depan. Pembahasannya kan cukup panjang. Sehingga kami memutuskan sebagian kita mulai dari KLB sehingga ada nan perlu digeser, dan gimana kelak saya nan bakal memutuskan untuk itu," ujarnya.

Sementara itu, untuk sisa sekolah nan belum tertangani pada tahun ini, Pramono memastikan bakal menjadi prioritas pembangunan pada 2027.

"Ada 7 ditambah 4, menjadi 11 ditangani di tahun ini, nan sisanya tentunya segera ditangani di tahun 2027," katanya. (H-3)

Selengkapnya