Takut Negara Makin Chaos, Presiden di Sini Bakal Mundur Jumat Ini

2 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin bakal mengundurkan diri pada Jumat (24/7/2026) ini. Meningkatnya tekanan politik setelah pengumuman mantan Perdana Menteri (PM) Sheikh Hasina bakal pulang dari pengasingan di India dan menyerahkan diri menyusul vonis pengadilan menjadi penyebab.

Mengutip Reuters, Jumat (24/7/2026), pengunduran diri Shahabuddin dikonfirmasi oleh ahli bicaranya. Langkah tersebut bakal mengakhiri masa jabatannya di tengah periode lima tahun nan dimulai pada 2023.

"Presiden bakal menyerahkan surat pengunduran dirinya setelah Ketua Parlemen kembali dari Thailand besok," kata Sekretaris Pers Presiden, Sarwar Alam.

"Setelah pengunduran diri efektif, Ketua Parlemen Hafiz Uddin Ahmad bakal otomatis menjabat sebagai presiden sementara hingga parlemen memilih presiden baru," tambahnya.

Presiden Bangladesh, Mohammed Shahabuddin. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)Presiden Bangladesh, Mohammed Shahabuddin. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain) Foto: (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

Shahabuddin merupakan kepala negara sekaligus panglima tertinggi angkatan bersenjata Bangladesh. Ia dikenal sebagai sekutu lama Hasina, nan digulingkan dari kekuasaan setelah gelombang demonstrasi mahasiswa berdarah pada 2024.

Mundurnya Shahabuddin membikin Hasina praktis kehilangan sekutu terakhirnya di jejeran pemerintahan menjelang kepulangannya nan direncanakan sekitar lima bulan lagi. Perlu diketahui, Partai Awami League nan dipimpin Hasina sekarang telah dilarang beroperasi, sementara banyak petinggi dan kader partai dipenjara alias berlindung sejak pemerintahannya tumbang.

 Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina berbincang saat berjumpa dengan Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron (tidak terlihat) dalam Konferensi Keamanan Munich tahunan, di Munich, Jerman, 17 Februari 2024. REUTERS/Wolfgang Rattay/Foto FileFOTO FILE: Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina berbincang saat berjumpa dengan Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron (tidak terlihat) dalam Konferensi Keamanan Munich tahunan, di Munich, Jerman, 17 Februari 2024. REUTERS/Wolfgang Rattay/Foto File Foto: REUTERS/Wolfgang Rattay

Juru bicara Shahabuddin tidak menjelaskan argumen resmi pengunduran diri tersebut. Namun, tiga sumber nan mengetahui persoalan itu mengatakan hubungan dekatnya dengan Hasina akan membikin pemerintahan tertekan jika dia tidak mundur dan sensitif bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepulangan Hasina diperkirakan bakal menjadi ujian besar bagi pemerintahan baru PM Tarique Rahman dalam menjaga stabilitas Bangladesh, negara berpenduduk sekitar 173 juta jiwa nan merupakan salah satu eksportir busana terbesar di dunia. Negeri itu sudah dua tahun dilanda gejolak politik.

Pada November tahun lalu, pengadilan kejahatan perang Bangladesh menjatuhkan balasan meninggal secara in absentia kepada Hasina. Ia dianggap bertanggung jawab atas tindakan keras terhadap demonstrasi mahasiswa pada 2024.

Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tindakan tersebut menewaskan nyaris 1.400 orang. Dari pengasingannya, Hasina membantah seluruh tuduhan tersebut.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya