Korban TPPO di Libya(Dok. MetroTv)
DIREKTORAT Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengungkap jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) nan memberangkatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara non-prosedural ke Libya. Sindikat ini diduga meraup pendapatan total mencapai Rp11,6 miliar dari tindakan terlarangan tersebut.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menyatakan bahwa nomor tersebut ditemukan berasas hasil investigasi dan penelusuran transaksi rekening para tersangka. "Kami menemukan aliran biaya total belasan miliar rupiah," ujar Iman dalam konvensi pers di Jakarta, Jumat (24/7).
Dua tersangka utama dalam kasus ini adalah R namalain Ica dan DY. Berdasarkan catatan kepolisian, rekening tersangka Ica mencatat total transaksi sebesar Rp9,9 miliar. Sementara itu, pada rekening tersangka DY ditemukan transaksi senilai Rp1,7 miliar nan merupakan untung bersih.
Iman menjelaskan bahwa kedua tersangka berbagi peran secara sistematis. Ica bertindak sebagai pengendali utama nan berkomunikasi langsung dengan pemasok di Libya berinisial FH. Dari setiap orang nan diberangkatkan, Ica menerima biaya operasional Rp25 juta dan mengantongi untung bersih Rp3 juta hingga Rp5 juta per kepala.
Tersangka DY berkedudukan sebagai perekrut di lapangan, menyediakan penampungan, serta mengurus arsip perjalanan. DY juga diketahui melakukan pemalsuan hasil medical check-up korban. Dari peran tersebut, DY mendapatkan untung berkisar Rp2,5 juta hingga Rp3 juta per orang.
Untuk menjerat korbannya, sindikat ini menggunakan modus pemberian duit agunan alias fee awal kepada family korban sebesar Rp2,5 juta hingga Rp3 juta. Mereka juga menjanjikan pekerjaan sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di Turki dengan penghasilan menggiurkan sebesar Rp7 juta per bulan.
Penyidikan sementara menunjukkan bahwa sindikat ini telah memberangkatkan sedikitnya 105 calon PMI ke luar negeri dalam kurun waktu tahun 2023 hingga 2026. Saat ini, pihak kepolisian tetap terus mendalami aliran biaya dan kemungkinan adanya tersangka lain dalam jaringan ini. (Z-10)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·