Warga RI Bakal Didorong Masak Pakai Kompor Listrik

3 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - MPR RI mendukung pemerintah untuk mendorong peralihan sumber daya untuk memasak dari nan saat ini didominasi dengan menggunakan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke kompor listrik. Salah satunya untuk menekan beban impor LPG di Tanah Air.

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menyebut bahwa pihaknya mendorong rencana 'bagi-bagi' kompor listrik cuma-cuma untuk golongan masyarakat kelas bawah alias kategori desil 1 hingga 4. Ia menyebut pihaknya sudah sepakat terhadap wacana tersebut dan mendorong untuk diimplementasikan oleh pemerintah pada tahun 2027 mendatang.

"Jadi kelak untuk desil 1 sampai 4 bakal kemudian diberikan kompor gratis, kompor listrik gratis. Nah itu kelak bakal dilaksanakan anggarannya sudah kita sepakati secara prinsipil di tahun 2027 untuk kemudian dilaksanakan," katanya dalam aktivitas Coffee Morning CNBC Indonesia, dikutip Jumat (24/7/2026).

Program konversi tersebut dinilai mendesak lantaran saat ini 80% dari total kebutuhan LPG nasional dipenuhi melalui impor. Kondisi tersebut sudah membebani anggaran negara lantaran adanya subsidi untuk LPG.

Eddy merinci bahwa satu tabung LPG 3 kg sebenarnya mempunyai nilai keekonomian sebesar Rp 56.000, namun dijual ke masyarakat hanya sekitar Rp 20.000 hingga Rp 21.000. Hal ini berfaedah negara menanggung subsidi sebesar Rp 36.000 per tabung, padahal dia mengatakan 63% subsidi daya saat ini tetap salah sasaran.

"Nah oleh lantaran itu, kita kudu kemudian ganti. Kita sekarang sedang mendorong di parlemen agar ada pergantian langkah memasak kita dari LPG based menjadi electricity based," lanjutnya.

Peralihan ke kompor listrik dinilai lebih kondusif bagi ketahanan daya lantaran pasokan listrik di Indonesia didominasi oleh sumber daya dalam negeri, terutama batu bara dan daya terbarukan. Melalui program kompor listrik, pemerintah berambisi dapat melakukan penghematan anggaran subsidi nan mencapai Rp 390 triliun per tahun untuk dialokasikan ke sektor lainnya.

"Mungkin itu nan bisa saya sampaikan, minta maaf jika ada gambaran-gambaran nan agak kritis, tetapi menurut saya kita berupaya keras untuk mengurai beragam persoalan nan ada," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Kementerian ESDM mengalokasikan anggaran sebesar Rp815,56 miliar untuk program pengadaan kompor listrik pada tahun 2027.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa anggaran tersebut masuk dalam pagu Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) dan telah tercantum dalam Surat Bersama Pagu Indikatif (SBPI).

"Kompor listrik, ini lantaran kita mengurangi kebutuhan LPG, kita cari bauran daya lain. Jadi daya lain kita bukan hanya LPG, ada kompor listrik, CNG, dan lain-lain itu Rp815,56 miliar," jelas Bahlil beberapa waktu nan lalu.

Selain kompor listrik, Kementerian ESDM juga mengalokasikan anggaran untuk program motor listrik sebesar Rp635,24 miliar sebagai bagian dari transisi daya nasional.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya